Minggu, 08 Agustus 2021

Polres Malang Ungkap Kasus Korupsi Dana Program Keluarga Harapan (PKH) Oleh Oknum Pendamping



MALANG, JP - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengapresiasi dan menyambut baik langkah Polres Malang mengungkap korupsi dana bantuan sosial (bansos). Hari ini, Polres Malang mengumumkan kasus korupsi dana Program Keluarga Harapan (PKH) oleh seorang pendamping, (08/08/2021).

“Saya mengapresiasi langkah Polres Malang yang telah mengungkap kasus ini. Kemensos akan terus bekerja sama dengan penegak hukum untuk menindak pelanggaran dan penyalahgunaan dana bantuan seperti ini, " kata Mensos (08/08).

Langkah tegas ini  juga merupakan pesan kepada semua pihak untuk tidak main-main. "Jangan main-main dengan tugas dan amanat yang sudah diberikan. Bantuan itu diberikan untuk masyarakat miskin yang beban hidupnya berat, apalagi di masa pandemi. Jangan lagi dikurangi dengan cara melanggar hukum," katanya. 

Mensos menyatakan tidak ada alasan bagi pendamping mengurangi hak penerima bantuan. "Pendamping kan sudah mendapatkan honor. Jadi tidak ada alasan apapun memotong bantuan untuk orang tidak mampu,” kata Mensos. 

Mensos terus mendorong aparat penegak hukum lainnya untuk tidak ragu bertindak. “Aparat penegak hukum untuk tidak ragu-ragu menjalankan tugasnya. Kalau memang ada bukti yang kuat, jangan segan untuk bertindak supaya ada efek jera, " kata Mensos. 

Sebelumnya, pengungkapan kasus juga sudah dilakukan Kejaksaan Negeri Tangerang (Kejari)  terhadap pendamping PKH. Kejari Tangerang telah menetapkan 2 orang pendamping PKH menjadi tersangka. 

Dalam jumpa pers hari ini, Polres Malang menetapkan seorang perempuan pendamping PKH bernisial PT (28) sebagai tersangka kasus korupsi dana bansos. Warga Perum Joyogrand, Lowokwaru, Kota Malang ini, melakukan tindak pidana dengan modus tidak memberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada sekitar 37 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Kabupaten Malang. 

Rinciannya yakni, 16 KPM tidak pernah diberikan KKS. Serta, 17 KKS tetap aktif padahal KPM tidak ada di tempat atau meninggal dunia. Sementara 4 KKS, bantuannya dicairkan, tapi dana hanya diberikan sebagian kepada KPM.

Dalam jumpa pers, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono menyatakan, seluruh dana bansos yang dikuasai tersangka, sebagian besar dibelanjakan untuk kepentingan sendiri. 

“Dana bansos dipakai sendiri oleh  tersangka untuk membeli laptop, televisi, mesin printer, lemari es, kompor dan dispenser. Sebagian lagi untuk membantu biaya pengobatan ibu kandungnya yang sakit,” kata Bagoes. Total sebanyak 37 KPM PKH menjadi korban. 

Dalam pengakuannya kepada penyidik, aksi kejahatan diperkirakan berlangsung mulai tahun anggaran 2017 hingga tahun 2020. Tersangka menjabat sebagai pendamping sosial PKH Kabupaten Malang sejak tanggal 12 September 2016 sampai 10 Mei 2021. Total kerugian negara ditaksir mencapai Rp450 juta. 

Pelaku disangka melanggar peraturan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomer 02/3/KP/.05.03/10/2020 tentang Kode Etik SDM PKH. Pelaku juga dijerat pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 sub pasal 8 UU nomer 20 tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama seumur hidup atau 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.

(KS) JP

Danrem 052/WKR Dampingi Pangdam Jaya Tinjau Vaksinasi Pasien Kanker di Sport Center Spring Tangerang



TANGGERANG, JP - Brigjen TNI Purwito Hadi Wardhono mendampingi Pangdam jaya, Mayjen TNI Mulyo Aji mengecek dan mengapresiasi Penyelenggaraan Vaksinasi penderita Kanker di Sport Center Spring Sumarecon jl. Buelevard blok C no 1 Gading Serpong, Cihuni ,Pagedangan Kab.Tangerang Banten, Minggu, (08/08/2021).

Acara tersebut di gelar bersama PERABOI (Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) ,Dandim 0510/TRS serta Bupati Kabupaten Tangerang. Sementara serbuan Vaksinasi tersebut hanya di gelar satu hari dengan target 1500 Orang dan 700 pasien kanker serta ditambah yang lainnya dari masyarakat umum.

Menurut keterangan dr. Walta Gautama terkait kegiatan tersebut menerangkan bahwa,"Vaksinasi ini di gelar untuk penderita Kanker komorbit sekitar .700  orang dan untuk umum 700 orang targetnya sekitar 1500 orang dalam satu hari," terangnya pada Awak Media.

dr Walta Gautama juga memberikan penjelasan di depan media," Untuk tingkat kematian seseorang yang kena covid 19 4 sampai dengan  5 persen, sedangkan untuk penderita covid yang punya penyakit kanker tingkat kematian nya sekitar 23 persen sedangkan data di luar negeri 25 persen," jelasnya.
 
Lebih lanjut dr.Walta Gautama mengatakan, "Apresiasi masayarakat yang vaksin sangat luar biasa atas kepedulian pemerintah kepada warga yang terkondisi sakit bisa di vaksin dan dilayani dengan baik. Ini di buktikan dari keterangan warga sendiri," katanya.

"Untuk imun bagi tubuh kita terutama yang menderita kanker dan juga mengurangi penyebaran covid 19 ,untuk kedepan yang lebih baik," imbuhnya.

Sementara menurut keterangan dari Ibu Rosita 43 yang tinggal di kalibata informasi dari teman dan juga ada aplikasi untuk pendaftaran.

"Vaksin disini bagi pasien kanker lebih aman nyaman sesuai petunjuk dokter disini lebih aman."ungkapnya.

Di tempat yang sama Awak Media juga mendapat kesaksian dari wargaiTiga Raksa, Ida usia 48,yang menderita penyakit kelenjar tiroid, mengikuti kegiatan vaksin disini dari rujukan RS dr Abdul bedah ongkologi, "Saya sangat terbantu vaksin di sini... tertata rapi dan cepat,",katanya.

Sementara Pangdam jaya di hadapan Awak Media mengungkapkan bahwa,"Kami akan terus membantu, para penderita dan akan menyediakan tempat di lokasi yang lain, terutama untuk vaksinasi yang memiliki permasalahan dengan kesehatan, hal ini pernah di laksanakan juga di DKI.... tapi yang datang sedikit," ungkap Pangdam Jaya. 

"Pelaksanaan vaksinasi dengan protokol kesehatan yang ketat dengan pelaksanaan kegiatan tertib lancar dan aman," imbuh Mayjen TNI Mulyo Aji .

Tidak ketinggalan Danrem 052/WKR juga berpesan, "Semoga warga semakin sadar arti pentingnya vaksinasi untuk kekebalan tubuh kita," ungkap Brigjen TNI Purwito Hadi Wardhono.

Turut hadir dalam giat ini, Pangdam jaya, Danrem 052/WKR, Para Asisten Kodam jaya, Dandim 0510/TRS, Bupati Kab. Tangerang, Kapendam Jaya, Kasi Intel Korem 052/WKR, Danramil Legok, dan juga aparat pemda, FKPPI dan pemuda pancasila.

(Eva) JP

Sabtu, 07 Agustus 2021

Direktur Eksekutif P3S , Jerry Massie Meminta PT Pos Indonesia Antisipasi Klaster Pos


JAKARTA, JP - Direktur Eksekutif P3S (Political and Policy Public Studies), Jerry Massie mendorong PT Pos Indonesia yang notabene dikenal sebagai perusahan layanan pengiriman untuk menyalurkan BST langsung ke rumah penerima. 

"Kalau kantor pos bisa, langsung dikirim ke alamat yang menerima bansos," kata Jerry kepada wartawan, Jumat (7/8/2021).

Menurut Jerry, hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 karena penyaluran BST terpusat di suatu titik terbukti menimbulkan kerumunan warga. Lebih jauh, kata Jerry, klaster pos lantaran penyaluran BST yang tak peka epidemi juga bisa terjadi.

"Akan terjadi lagi kerumunan warga dan juga klaster baru muncul, bisa klaster pos juga bisa jadi varian baru," kata Jerry.

Perbaikan teknis penyaluran BST, menurut Jerry, juga tak bisa menjadi tanggungjawab PT Pos Indonesia saja. Kemensos juga harus menunjukkan tanggungjawabnya pada publik mengingat BST memang program Kemensos RI.

Bagaimana pun, PT Pos Indonesia hanya mitra yang terikat kerjasama dengan Kemensos RI. Carut-marut penyaluran BST oleh PT Pos seharusnya juga ditilik dari ketentuan kerjasama yang terbangun antara PT Pos Indonesia dengan Kemensos.

"Boleh jadi, nilai nominal kerjasamannya memang tidak cukup bagi PT Pos untuk teknis penyaluran langsung ke rumah penerima BST. Nah ini, Kemensos harus terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban publik," ujar Jerry.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan mandat kepada PT Pos indonesia (Persero) untuk kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) secara serentak di Indonesia. 

BST kembali ditargetkan untuk diberikan ke 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp 12 triliun. BST diberikan ke PKM sebesar Rp 600 ribu, yang diperuntukkan bulan Mei dan Juni, atau penyaluran tahap 14 dan 15 yang diberikan sekaligus. Pada 24 Juli lalu, Pos Indonesia tancap gas untuk mengejar target penyaluran BST hingga di tangan KPM.

Namun dengan adanya keterbatasan mobilitas masyarakat, PT Pos Indonesia diminta agar menyalurkan BST secara antaran langsung ke rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau (door to door). Mekanisme ini dianggap efektif untuk mencegah kerumunan saat pembagian BST dan KPM tidak perlu keluar rumah, sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19.

Dalam impelementasinya, PT Pos Indonesia tidak mampu untuk mengatur jadwal pengambilan BST sehingga hampir semua daerah terjadi kerumunan saat antre saat BST disalurkan. Bahkan, kerumunan itu disaksikan langsung Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Ia mengkritik sistem penyaluran bantuan sosial oleh PT Pos Indonesia yang mengakibatkan kerumunan orang di Kantor Pos. "Kalau bisa jangan seperti ini berkumpul di Kantor Pos, bantuan bisa disalurkan lewat RT/RW," kata Muhadjir di Banjarmasin, Rabu (4/8/2021)lalu.

(Syd) JP

Artis Okan Cornelius Hadir Berikan support Pada TNI-Polri Serta Nakes Dalam Menangani Covid-19


SUKOHARJO, JP - Artis Okan Cornelius kembali singgah di Makodim 0726/Sukoharjo. Kedatangan Okan didampingi Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho dan Kapten Inf Kurniawan Jayadi, mewakili Dandim Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, yang berhalangan hadir, pada Sabtu (07/08/21).

Kedatangan Okan Cornelius kali ini dalam rangka pemberian support kepada TNI Polri serta tenaga kesehatan dalam menangani pandemi covid-19. Serta pemberian bantuan berupa kasur  kepada warga masyarakat yang terdampak wabah pandemi di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Selama ini Okan bersama bendera Yukata Peduli Bangsa terus aktif melakukan bakti sosial selama pandemi ini. Tidak hanya memberikan bantuan sembako dan kasur, sesuai bidang usahanya, namun juga memberi semangat dan membagikan alat penunjang kesehatan dan vitamin untuk para Nakes.

"Saya tidak berhenti memberikan dukungan dan semangat untuk para nakes di seluruh Indonesia. Karena tugas mereka sangat berat. Kali ini saya berkesempatan mengunjungi nakes di Sukoharjo, ikut mendukung dan berpesan agar tetap semangat dan menjaga kesehatan," ungkap Okan Kornelius.

Di Sukoharjo, Okan memberikan 200 unit faceshield dan susu kambing untuk Nakes yang diterima dr. Yunia Wahdiyati, M.Si (Kepala DKK Kab. Sukoharjo) dan jajarannya.

dr. Yunia menyatakan keharuannya atas dukungan dan bantuan dari masyarakat dan sejumlah pihak, kali ini Okan bersama Yukata Peduli Bangsa. "Kami tetap melakukan tugas dan tanggungjawab kami sebaik-baiknya. Dan terus berharap pandemi ini segera berakhir," tandas dr. Yunia.

Setelah meninggalkan DKK Sukoharjo rombongan menuju dukuh Jatiteken desa Laban Kec. Mojolaban, rombongan menyerahkan bantuan kasur dan sembako kepada warga masyarakat di sekitaran tanggul sungai Bengawan Solo. Bantuan sebanyak 5 unit kasur busa diserahkan kepada warga. Mereka adalah Sarsiti (75), Surip (75), Harso Wiyono (81), Waginem (70) dan Supardi (51), semuanya warga desa Laban, kecamatan Mojolaban Sukoharjo. Selain itu rombongan juga singgah di Ponpes kholifatullah Singgo lundiro Dk. Mojo Ds. Laban.

"Pandemi ini sudah kita rasakan bersama lebih kurang 2 tahun dan saya dari perusahaan Yukata dalam kegiatan ini semata-mata untuk kemanusiaan dan kasur yang terjual kami sisipkan untuk kemanusiaan," Tandas Okan.

" TNI Polri dan tenaga kesehatan yang berjuang untuk masyarakat dan mari kita harus selalu membantu dengan vaksinasi dan melakukan prokes serta melakukan anjuran dari pemerintah, mudah-mudahan dengan vaksinasi massal yang sudah dilaksanakan bisa bermanfaat untuk masyarakat, dan untuk kesehatan kita jangan sampai bosan untuk memakai masker dan tetap melaksanakan protokol kesehatan," tukas Okan Cornelius.

"Kami juga masih salurkan bantuan untuk masyarakat terdampak covid19. Hari ini ada 200 paket," kata Kapten Inf Kurniawan mewakili Dandim Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho menambahkan, "Kami akan terus menyisir masyarakat Sukoharjo yang masih kekurangan akibat pandemi saat ini, untuk diberikan bantuan sembako"imbuhnya.

(AK) JP

PPKM Darurat, Ketua DPD RI : "Pemerintah Harus Cepat Salurkan Bansos Pada Pelaku Usaha Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif!"



SURABAYA, JP - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengingatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk segera mencairkan bantuan sosial (bansos) untuk pelaku parekraf. Menurut LaNyalla, beban hidup pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif semakin berat setelah diberlakukannya PPKM.

Saat ini, bantuan pemerintah untuk usaha pariwisata (BPUP) yang dijanjikan turun Juli 2021, masih dalam proses pencairan. Pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp 2,4 triliun untuk membantu para pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

Dana BPUP disiapkan pemerintah melalui berbagai program, yaitu sertifikasi CHSE bagi usaha pariwisata, PEN film, dan dukungan akomodasi hotel untuk tenaga kesehatan. LaNyalla menilai, bantuan tersebut akan membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di sektor terbawah.

“Kami mengingatkan komitmen pemerintah untuk segera memberikan bantuan kepada teman-teman pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata LaNyalla di sela masa reses di Jawa Timur, Jumat (6/8/2021).

Menurut LaNyalla pelaku pariwisata sangat membutuhkan bantuan. Pasalnya, sejak awal pandemi, pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi sektor paling terdampak.

Bahkan, mantan Ketua Umum PSSI tersebut menambahkan, sebelum PPKM diberlakukan, pelaku pariwisata sudah banyak yang bertumbangan.

“Ditambah PPKM, pelaku usaha dan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif semakin jatuh karena adanya pelarangan operasional tempat wisata. Maka atensi dari pemerintah sangat dibutuhkan,” tutur LaNyalla.

Tahun lalu, pemerintah menyalurkan BPUP dalam konsep dana hibah. Tahun ini, bantuan akan diarahkan untuk pengusaha agar tidak mem-PHK karyawan. Meski begitu, hingga awal Agustus, dana bantuan masih belum cair.

Pemerintah sendiri telah menegaskan bantuan akan diberikan di beberapa wilayah yang tercakup dalam destinasi super prioritas, dan daerah dengan realisasi pajak hotel dan restoran minimal 15 persen dari total pendapatan asli daerah (PAD) tahun anggaran 2020. Selain itu juga untuk daerah yang termasuk 100 Calender of Event (COE).

“Bantuan harus mengutamakan ketepatan sasaran program dan memperhatikan akuntabilitasnya. Kemenparekraf harus memprioritaskan bantuan kepada pelaku usaha pariwisata kecil di daerah sehingga bantuan akan bermanfaat dan tepat guna,” imbau LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu juga menyoroti sekitar 7 ribu pelaku wisata yang terdampak PPKM karena tidak lagi memiliki pemasukan selama penutupan tempat wisata.

“Bayangkan, berapa banyak pelaku wisata nasional yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya? Saat ini mereka banyak yang mengandalkan uang tabungan untuk bertahan hidup. Tapi sampai kapan?”  tanyanya.

“Oleh karena itu pemerintah harus secepatnya menyalurkan bantuan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif,” tambah LaNyalla. 

Tidak itu saja, ia juga berharap program-program pemerintah dapat dipermudah agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat bertahan di tengah pandemi.

Program-program tersebut antara lain Program Restrukturisasi Kewajiban Perbankan, Program Penjaminan Kredit Usaha, baik untuk UKM maupun Usaha Besar/Korporasi, serta Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Termasuk juga program Kartu Prakerja, dan pinjaman lunak.

Pemerintah pun memiliki pagu anggaran sebesar Rp 60 miliar didorong sebagai jaring pengaman usaha, khususnya untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Dengan berbagai bantuan dan program ini, kita berharap saat kondisi pandemi membaik, sektor usaha pariwisata dan ekonomi kreatif akan kembali hidup,” harapnya.

(*) JP

Jumat, 06 Agustus 2021

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Sambut Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI Dan Rombongan di Perbatasan



BADAU, JP -  Kunjungan kerja Komisi V DPR RI beserta rombongan ke Badau kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu,Provinsi Kalimantan Barat, pada kamis (05/08/2021).

Dalam keterangannya pada Awak Media, 
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia mengatakan bahwa , "Kunjungan Komisi V DPR RI bapak Lasarus ,Sos,MSI beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerja dan dalam kegiatan ini di antaranya ada Bupati Kapuas Hulu Fransiskus SH,dan Pejabat Instansi Pemerintah terkait."ungkap, Letkol Inf Andri Suratman , kamis (05/08/2021).

Ketua komisi V DPR RI yang turut serta dalam pelawatan ini menjelaskan pada Awak media tentang kegiatan Kunjungan kerja tersebut  termasuk berkaitan dengan situasi Pandemi Covid-19.

"Dalam kegiatan ini mengedepankan protokol kesehatan dan selalu menjaga jarak dalam kegiatan,"ucapnya.

Selanjutnya, "Dikunjungan Kerja ke wilayah ini, kami mengecek jalan poros Nasional Badau, Sintang, serta mengontrol Infrastruktur PLBN Badau," jelas Lasarus S,sos.

Kegiatan di akhiri dengan komunikasi intensif, diskusi serta foto bersama, acarapun berjalan dengan lancar dan aman dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

(Brt). JP

Polda Kalbar Musnahkan 3.119 Butir Pil Ekstasi Dan Amankan 5 (Lima) Tersangka



PONTIANAK, KALBAR, JP – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Barat memusnahkan barang bukti narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 3.119 butir yang diungkap beberapa waktu lalu.

Hal ini dikatakan Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Yohanes Hernowo dalam acara Press Confrence tentang pemusnahan Barang Bukti tindak Pidana Narkoba, pada Kamis 5 Agustus 2021 di Halaman Direktorat reserse  Narkoba Polda Kalbar.

Timnya meringkus dua tersangka pada 19 Juli 2021 di depan gereja pinggir jalan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat.

”Dari kasus ini pihaknya mengamankan dua orang pria, yang berinisial RHD dan DJA. Pihak Kepolisian berhasil mengamankan sebanyak 3.119 butir narkoba jenis pil ekstasi, satu unit mobil dan dua unit handphone,” kata Yohanes.

Setelah dilakukan pengujian di BPOM Pontianak, 2.524 butir pil ekstasi dinyatakan positif dan 595 butir dinyatakan negatif.

Setelah didalami lebih lanjut, tim juga berhasil menangkap SM yang tinggal di Pontianak timur dan barang bukti yang diamankan sebanyak empat bungkus Narkotika Jenis sabu seberat empat ons dan satu unit Handphone.

Dari hasil pemeriksaan SM kata Hernowo, tim mengamankan tersangka ILH, barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka berupa satu unit Handphone dan satu unit Sepeda Motor.

Lebih lanjut Hernowo mengatakan dari hasil pengembangan SM dan ILH yang sudah di tetapkan menjadi tersangka, petugas berhasil mengamankan tersangka WW di Mega Mall Pontianak dan mengamankan barang bukti berupa satu unit Handphone.

“Setelah di dalami lebih lanjut kelima tersangka ini bisa masuk atau di kategorikan dalam tindak Pidana Pencucian Uang, dan setelah kita telusuri aset-aset mereka cukup lumayan, dari hasil menjual barang haram tersebut,” tutupnya.

(Hr) JP

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Berita Ter-Update

Zionis Israel 'Tegar Tengkuk' Membunuh Tiga Jurnalis, HR&D ASWIN Desak ICC, DK PBB Dan ICJ Berikan Sangsi Tegas : 'Netanyahu Kadal Buntung!'

JAKARTA ( INDONESIA ), JAYAKARTA POS - Head of Research and Development Division of the Central Executive Board of the International Jour...

Berita Terkini

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Postingan Populer

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS