Selasa, 18 Januari 2022

Pererat Sinergitas TNI-Polri, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Perdana Kapolda Kalimantan Barat



KUBU RAYA, JP - Dalam rangka mempererat sinergitas antara TNI-Polri khususnya Kodam XII/Tanjungpura dan Polda Kalimantan Barat, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.I.P., M.M., menerima kunjungan perdana Kapolda Kalbar, Irjen Pol Drs. Suryanbodo Asmoro. Pertemuan berlangsung di Koridor Gedung A Makodam XII/Tpr, pada Senin (17/01/2022).

Hal ini disampaikan oleh Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Hendra Purwanasari, melalui keterangan tertulisnya pada Awak Media di Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dikatakan Kapendam, dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Sulaiman Agusto didampingi para pejabat utama Kodam XII/Tpr menyambut kedatangan Kapolda Kalbar beserta rombongan dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.

"Maksud kunjungan kali ini adalah untuk silaturahmi sekaligus perkenalan diri Irjen Pol Drs. Suryanbodo Asmoro sebagai pejabat Kapolda Kalbar yang baru," katanya.

Kapendam XII/Tpr mengungkapkan, selain memperkenalkan diri secara singkat, dalam kunjungan tersebut Kapolda juga berharap, pertemuan ini dapat meningkatkan soliditas dan sinergitas TNI-Polri di wilayah Kalimantan Barat.

"Kapolda berharap, hubungan antara Kodam dan Polda semakin solid untuk bersama-sama menjaga dan mewujudkan suasana Kamtibmas yang baik di wilayah Kalbar," ungkap Kolonel Inf Hendra.

Senada dengan Kapolda Kalbar, diungkapkan Kapendam, Pangdam XII/Tpr dalam kesempatan tersebut juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapolda di Makodam XII/Tpr. Orang nomor satu di Kodam XII/Tpr ini juga sepakat untuk terus meningkatkan sinergi dan soliditas TNI-Polri di Kalbar.

"Selain itu, Pangdam juga mengajak Kapolda, sebagai bagian dari Forkopimda untuk bersama-sama membantu program-program Gubernur dalam membangun Provinsi Kalimantan Barat," pungkasnya.

(Pendi) JP

Sabtu, 15 Januari 2022

Melody Sinaga Sang Calon Ketua Tunggal, Menang WO Dalam Konferensi PWI Bekasi Raya


BEKASI, JP - Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Bekasi Raya (Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi) hanya diikuti satu pasangan calon, yakni Melody Sinaga. Tidak ada persaingan ketat, sehingga semua tahapan berlangsung secara cepat.

"Tidak ada masalah dalam prosesnya dan karena calonnya calon tunggal, maka lebih baik dituntaskan dengan cepat," kata Wakil Ketua PWI Provinsi Jawa Barat Bidang Organisasi Akhmad Syukri, selaku pimpinan sidang.

Diakuinya, konferensi PWI Bekasi Raya termasuk kategori tercepat dalam pelaksanaan pemilihan ketua PWI di wilayah Jawa Barat untuk periode tahun 2022 sampai dengan 2024.
  
"Dari catatan waktu yang saya lihat prosesnya tidak lebih 30 menit," ungkap Arie yang juga dikenal sebagai sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jawa Barat.

Kata Arie, Konferensi PWI Bekasi Raya ini dibuat dalam rangka mendelegasikan kepemimpinan PWI Bekasi Raya yang dilakukan setiap 3 tahun sekali. 

Dia berpesan kepada ketua terpilih agar selalu menjaga martabat PWI dan martabat insan pers secara keseluruhan di mata masyarakat dan pemerintah.

Hadir dalam acara tersebut yakni Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Bekasi Tri Adhianto, peserta Konferensi PWI Bekasi Raya dan beberapa pengurus jajaran SMSI Bekasi Raya. 

"Ketua SMSI Bekasi kang Doni Ardon engga hadir, sepertinya menghadiri Muswil Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat yang kebetulan acaranya bertepatan hari ini, Sabtu, 5 Januari 2022,"  ucap Wakil Ketua SMSI Bekasi Raya bidang hubungan antar lembaga, Suryono di lokasi pelaksanaan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi, Kelurahan Margajaya Kecamatan Bekasi Selatan.

Plt Walikota Bekasi membuka secara resmi acara tersebut disaksikan Plt. Bupati Bekasi KH. Ahmad Marzuki, Kabag Humas Kota Bekasi Sajekti Rubiyah, perwakilan Kemenag Ahmad Mirza dan perwakilan pengurus PWI Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Tri meminta PWI Bekasi Raya bisa dapat menjunjung tinggi marwah jurnalistik, memiliki berinovasi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

"Semoga wartawan yang tergabung di dalamnya senantiasa menyajikan berita dan Informasi secara faktual dan berimbang," pesannya.

Ketua PWI Bekasi Raya periode 2022-2024, Melody Sinaga menyampaikan terimakasih atas dukungan anggota PWI Bekasi Raya selama menjabat sebagai ketua PWI Bekasi Raya di periode sebelumnya. 

“Saya ucapkan terimakasih atas kepercayaan teman teman untuk mempercayakan saya kembali, dan terimakasih juga atas perhatian Pemerintah Kota Bekasi kepada Insan pers yang ada di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi".

"Kami berharap ke depannya kita juga dapat merangkul wartawan- wartawan lainnya yang belum tergabung di PWI,” ungkap Melody Sinaga. 

(Ardon) JP

Jumat, 14 Januari 2022

Galian C Ilegal Rendam Sawah Warga, Kades Mekar Jaya : 'Saya Harus Perjuangkan Hak Warga Saya!'



LEBAK, JP -- Dampak dari limbah Galian C ilegal yang beroperasi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Cimarga , Kabupaten Lebak menuai protes keras Kepala Desa dan Warganya. Pasalnya air limbah dari Galian C tersebut merendam puluhan Hektare sawah para petani. Sehingga para petanipun selain tak dapat bekerja lagi ditambah dengan kerugian sawah yang rusak dan tak dapat berproduksi akibat ulah para penambang liar tersebut, (13/01/2021).

Kepala Desa Mekar Jaya, Udi bersama warga terus bergerak memperjuangkan hak masyarakatnya dari imbas penambang galian pasir iar yang berada di wilayah Desa Mekar Jaya yang dipimpinnya..

"Akibat dampak dari galian C tersebut, banyak masyarakat khususnya para petani kehilangan sawah sebagai mata pencaharian kehidupan sehari-hari ,"terangnya kepada Awak Media.Kamis,(13/01/2022).

Dikatakan Udi, kurang lebih jika di total sekitar 80 hektare masyarakat kehilangan lahannya. 

"Saya sangat prihatin melihat kondisi masyarakat khususnya warga Desa Mekarjaya,"ucapnya.

Udi menegaskan bahwa, bersama masyarakat dirinya akan terus berjuang hingga mendapatkan apa yang menjadi hak-hak mereka. Karena, akibat dari dampak galian tambang pasir banyak sekali lahan dan area pesawahan para petani  yang rusak dan tidak produktif lagi.

"Sebagai Kepala Desa sudah menjadi kewajiban untuk membela rakyatnya yang tertindas .Kalau bukan kita siapa lagi ,"tegas Udi.

Lebih lanjut ,Udi mengatakan,semua pergerakan mutlak dari hati nurani sebagai pemimpin.Ia juga menegaskan bahwa,tidak ada kaitannya dengan unsur-unsur yang tidak logis.

Karena Demontrasi itu bukan provokasi.Akan tetapi ini suatu bentuk protes dari masyarakat akibat tidak adanya solusi terkait haknya, yaitu lahan sawah mereka yang terimbas limbah galian pasir. 

"Saya tidak pernah memprovokasi siapapun dan tidak ada kaitannya dengan unsur-unsur lain apalagi di bawa ke ranah politik. bersama masyarakat bergerak karena memang mencari keadilan akan nasib kami yang terkena imbas dari penambangan pasir di lingkungan Desa Mekar Jaya,"pungkasnya.

(Engar) JP

Rabu, 12 Januari 2022

Ketum SMSI Sambangi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Dibilangan Senayan, Jakarta Pusat



JAKARTA, JP  Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus menemui Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo, di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Januari 2022. 

Dalam pertemuan itu, Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal SMSI Mohammad Nasir dan wakil Sekjen SMSI Yono Hartono.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pembina SMSI Pusat, Bambang Soesatyo memberikan beberapa masukan penting, serta berharap kegiatan Hari Ulang Tahun SMSI yang jatuh pada 7 Maret 2022 berjalan lancar dan sukses. 

Pertemuan yang berlangsung hangat, serius tapi santai itu, Firdaus menyampaikan rencananya untuk memperingati ulang tahun ke-5 SMSI. 

Rencananya ulang tahun organisasi pengusaha pers siber yang beranggotakan 1.700 pengusaha media itu, akan mengundang Presiden RI Joko Widodo. 

SMSI sebagai organisasi media siber lahir sebagai bentuk antisipasi perkembangan zaman di dunia media.

“SMSI harus selalu ber-akselarasi dengan kemajuan hightec dunia digital. SMSI sudah mulai memasuki Metaverse, dan Milleneals Cyber Media (MCM) yang akan segera diluncurkan SMSI Pusat,” kata Firdaus.

(Arie) JP

Selasa, 11 Januari 2022

Ikadara Ramli ( Lina ) Optimis Pimpin Kantor Cabang Urban Development di Malang, Jawa Timur


MALANG, JP - Ditengah pemulihan perekonomian paska pandemi corona (Covid-19) yang melanda Indonesia dan Dunia di tambah dengan pemberlakuan PPKM yang membatasi ruang gerak usaha baik kecil, menengah maupun besar akibat dampak dari wabah yang menyebar luas. hal tersebut tentunya menjadi perhatian penuh serta butuh keseriusan dan keberanian bagi para pelaku usaha dalam menghadapi situasi terbatas yang kemudian mengawali kembali dengan melakukan pemulihan Rebound dan Recovery, (09/01/2022).

PT Energi Nusa Selaras Urban Development yang kemudian justru melakukan ekspansi dengan mengembangkan sayapnya dimana pada Kamis (30/12/2021), telah membuka Kantor Cabang baru di Malang, Jawa Timur.

Dimana Founder & CEO Urban Development, Stevanus Rocky Laloan,SE,MM telah membuat MoU dengan mempercayakan sepenuhnya dalam pengelolaan kepada Ikadara Ramli ( Lina ) wanita kelahiran malang 65 tahun silam untuk memimpin Kantor Cabang PT Energi Nusa Selaras Urban Development di Malang, Jawa Timur.

Menurut Founder & CEO Urban Development ,"Masyarakat jaman now, sudah banyak yang menyadari pentingnya jasa keuangan. Solusi mengunakan kartu kredit untuk modal bisnis usaha dan ini merupakan peluang bagi Urban Development untuk semakin mengembangkan potensi bisnis jasa keuangan di wilayah Malang dengan senantiasa memberikan edukasi pada seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut," tandasnya pada Awak Media saat pembukaan Kantor Cabang PT Energi Nusa Selaras Urban Development  di Malang (30/12/2021).

"Jaman now orang mau tau siapa kita.. bisa dikases lewat google. Jadi buat Pengusaha, Pejabat ataupun Karyawan yang punya posisi strategis, menurut kami jasa jejak digital menjadi sangat penting, sebab jasa jejak digital tersebut berisi tentang : Profile, Biografi, Prestasi, ataupun Statement pribadi yang sesuai dengan bidang usaha orang tersebut,"pungkas Founder & CEO Development Director – Urban Development Stevanus Rocky Laloan mengakhiri wawancara.

Ikadara Ramli yang akrab di panggil Lina selaku Kepala Kantor Cabang baru Urban Development di Malang  kepada Awak Media di Jakarta (08/01/2022) mengatakan “Saya sangat antusias memimpin Kantor Cabang Urban Development di Malang," ungkapnya.

"Kita diharapkan akan melakukan Rebound dan Recovery dalam memulai pengembangan Kantor Cabang Urban Development di Malang," imbuhnya.

Lebih lanjut Lina mengatakan bahwa, "Paska pemulihan perekonomian ini, tentu banyak masyarakat yang membutuhkan pinjaman, apalagi ini tanpa jaminan, dan kami memberikan penawaran dalam bentuk angsuran yang relatif ringan, sehingga tidak terlalu membebani dan memberatkan masyarakat, " pungkasnya.

Perlu di ketahui bahwa Ikadara Ramli ( Lina ) wanita kelahiran malang 65 tahun silam, dan dikenal memiliki basic bisnis yang kuat dalam bidang : Industri Rokok dan Network.

Lina dikenal kental dengan hal yang bersifat Spiritual sehingga aktif dalam bidang keagamaan, sementara Lina juga di ketahui sebagai pengurus di Dewan Paroki Gereja Khatolik di Malang

Dalam sekelumit penjelasannya kepada Awak Media terkait kiprahnya dalam Pemulihan Ekonomi Perusahaan, Lina terlihat sangat optimis di dalam upaya melakukan pengembangan Kantor Cabang Urban Development di Malang, sehingga iapun bercerita bahwa,"Sejak lulus SMA sampai duduk di bangku Kuliah sudah terbiasa mencari uang dan mendapatkan penghasilan sendiri, tentunya latar belakang keluarga turut membentuk mental dan karakter dan mental saya," ungkapnya bercerita.

(Joggie) JP

Sabtu, 08 Januari 2022

Kades Tambun Sarja Winata Lontarkan Statement Kontroversial, Dijewer Para Aktivis Dan LSM



KABUPATEM BEKASI, JP - Kemunculan statement Kades Tambun Sarja Winata di sejumlah Media Online mengenai peruntukan Pembangunan Taman Desa selain masyarakat juga untuk Wartawan dan LSM dengan sumber dana dari ADD tanpa menjelaskan berapa total biaya yang di gelontorkan untuk Pembangunan Taman Desa tersebut menuai reaksi keras dari para Aktivis dan LSM serta sorotan tajam Wartawan, (08/01/2022).

Pasalnya diawali dalam Pembangunan Taman Desa Tambun tersebut disinyalir tidak dilakukan secara transparan oleh Kades Tambun dan terkesan ada yang disembunyikan yang kemudian menumbulkan Kritikan dan Sorotan tajam dari para Aktivis, LSM dan Wartawan selaku sosial kontrol. Dengan tidak dilakukannya oleh sang Kades pemasangan Papan Proyek di lokasi Pembangunan Taman yang menjelaskan tentang Anggaran Pembangunan, siapa yang mengerjakan dan berapa lama waktu pengerjaan pembangunan tersebut, mengingat dana yang di gulirkan menggunakan ADD  (Berdasarkan Pengakuan dari Kades Sarja Winata dalam statement di sejumlah Media Online) atau uang Negara yang Notabene adalah uang rakyat.

Sementara Kades Tambun, Sarja Winata sendiri menurut pengakuan dari Para aktivis dan Wartawan sangat sulit di hubungi di Kantor Desa dan bahkan telah di konfirmasi oleh para Aktivis, LSM dan Wartawan melalui telepone dan pesan Whatsapp terkait berapa nominal Anggaran Pembangunan untuk Taman Desa Tambun, namun Kades Sarja Winata tidak pernah menjawab, kendati pesan Whatsappnya diterima, dibaca dan selalu hidup.

Kemudian Kades Tambun yang akrab di panggil Ja'ut tersebut mengeluarkan Statemen pada sejumlah Media Online, yang mengatakan bahwa sumber dananya dari ADD (Anggaran Dana Desa) tanpa menjelaskan jumlah Total Anggaran yang di gunakan untuk Pembangunan Taman Desa berikut Pendopo dan Pemagarannya tersebut, di tambah lagi Sarja Winata mengatakan bahwa PembangunaTaman Desa tersebut di gunakan untuk masyarakat serta Wartawan dan LSM, sementara Transparansi Pembangunan tersebut di nilai masyarakat serta para Aktivis, LSM dan Wartawan belum dapat memenuhi unsur sehingga menuai kritikan pedas dan sorotan tajam kembali dari para Aktivis, LSM dan Wartawan yang giat dalam melakukan Tupoksinya selaku Sosial Kontrol.

Aktivis LPPN-RI, Daniel Apollopun angkat bicara terkait pernyataan Kades Tambun, Sarja Winata yang membawa nama Wartawan dan LSM di dalam peruntukan Pembangunan Taman Desa Tambun yang menjadi sorotan para Aktivis, LSM dan Wartawan dikarenakan tak adanya transparansi dalam Proses Pembangunannya.

"Kalau menurut saya..saya tegaskan tidak pernah kita di ajak kompromi apapun dalam pembangunan itu, jelas dalam hal ini LSM LPPN-RI menolak tentang tanggapan seperti itu..bahwa kami tidak diikut sertakan dalam Kompromi-kompromi dalam Pembangunan Taman, Pagar dan Pendopo itu," jelasnya pada Awak Media dibilangan Tambun Selatan pada (06/01/2022) sore.

Ketika diulas kembali tentang adanya dugaan ketidak jelasan dan ketidak transparan Kades Tambun, Sarja Winata di dalam menggunakan Anggaran Pembangunan Taman Desa Tambun dan terkesan ada yang di tutup-tutupi pada masyarakat sehingga menimbulkan berbagai macam dugaan.

"Kan dari awal sudah saya sampaikan ke bapak, bahwa Penyelenggara itu harus Transparan dalam mengelola Keuangan Negara, tetapi bagi Oknum-oknum yang tidak mengindahkan akan hal itu sudah tergolong "Kadal Buntung!"," tandas Daniel dengan nada tinggi seraya menggeram dan kedua matanya melotot.

Kembali di tanyakan, menyangkut Pernyataan Kades Tambun Sarja Winata terkait Pembangunan Taman Desa Tambun yang di peruntukan buat Wartawan dan LSM, Aktivis LPPN-RI pun kembali menegaskan bahwa.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa, Kami tidak pernah di undang sekalipun LSM maupun Wartawan untuk ikut serta dalam membangun Pembangunan itu, jadi hal ini perlu dikejar oleh Wartawan dan LSM lainnya bahwa itu sudah termasuk dalam kategori "Pembodohan"dan terkesan ada upaya terselubung dalam Pembangunan Taman Desa Tambun tersebut," tegas Daniel Apollo.

Dalam Pembangunan Taman Desa Tambun tersebut disinyalir adanya upaya kamuflase terkait Anggaran yang menjurus pada "Stealth Style" sehingga tidak menjadi "Spread Out".

"Pokoknya posisi Wartawan dan LSM itu Independen tidak perlu turut serta dalam Kompromi-kompromi Penyelenggara Negara, tetapi sebagai Fungsi Kontrol itu benar dan yang di lakukan oleh Kepala Desa ini sama juga mencederai LSM dan Wartawan...menurut saya...secara tidak langsung dan jelas-jelas menggunakan nama LSM dan Wartawan untuk kepentingan sendiri, apalagi disini menyangkut soal Anggaran Negara dan tidak transparan dan ini perlu di tegaskan pak," pungkas Aktivis LPPN-RI Daniel Apollo.

Es Roti, Es Kemong ( Hati-hati Ngomong)!

Sementara ketika di hubungi Awak Media di Kantornya di bilangan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, pada (07/01/2022) Sore, Ketua DPD Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (APKAN-RI) Naselih H Naipin menegaskan bahwa," Menurut kami apa yang di katakan oleh Kades Sarja Winata melalui beberapa Media Online Timnya itu hanya berupaya untuk menutupi apa yang sudah iya lakukan terkait Pembangunan Taman Desa Tambun yang tidak transparan mengenai Anggaran yang di gunakannya terhadap masyarakat, bak "Menjual Kucing Dalam Karung!"," tandasnya.

Menurut dia," Kami selaku pemantau kinerja Aparat Negara, sangat mengecam keras dengan prilaku seorang Kepala Desa yang telah menggunakan Uang Negara yang jelas-jelas adalah uang rakyat, namun apa yang dilakukannya itu jelas-jelas pola melanggar aturan Undang -undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, di tambah lagi mengatasnamakan Wartawan dan LSM dalam Pembangunan itu, sementara Pembangunan Taman tersebutpun belum ada kejelasan mengenai berapa anggarannya yang di gunakan untuk total keseluruhan dan seharusnya terbuka untuk umum, sedangkan kami dari APKAN-RI sendiripun tidak pernah diundang oleh Kades Sarja Winata untuk duduk bersama membicarakan mengenai Pembangunan Taman Desa Tambun, jikalau memang Pembangunan Taman tersebut di buat selain untuk masyarakat termasuk juga untuk LSM dan Wartawan.."Es Roti, Es kemong..Hati-hati Ngomong!"," tukis Naselih H Naipin.

Naselih mengatakan bahwa,""Kami menghimbau pada Kades Sarja Winata agar jangan menghindar disaat para penggiat sosial kontrol hendak menghubungi atau bertemu dengan anda Pak Kades Sarja Winata, sebab apa yang anda gunakan dalam Pembangunan Taman Desa Tambun itu menggunakan uang negara,"himbau Ketua APKAN-RI.

Ketua APKAN-RI menegaskan Bahwa,"Kami atas nama lembaga APKAN RI. DPD. Kabupaten Bekasi meminta agar para pihak aparat yang berwenang untuk segera menindak lanjuti atau mengusut tuntas atas dugaan "Tindak Pidana Korupsi" yang dilakukan oleh Kades Sarja Winata dengan modus senyap, dengan terindikasi berupaya menutup-nutupi anggaran yang seharusnya terbuka untuk masyarakat sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat serta menuai berbagai tanggapan miring dari para aktivis, LSM serta sorotan para awak media  yang Notebene  apa yang dilakukan mereka termasuk kami untuk kepentingan masyarakat serta sebagai fungsi sosial kontrol ," pungkas Ketua APKAN-RI Kab.Bekasi Naselih H Naipin.

(Joggie) JP

Kepolisian RI Luncurkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi di Bandara Soekarno Hatta



BANTEN, JP - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu memberikan arahan kepada jajarannya untuk memperketat pengawasan dan penegakan protokol kesehatan (prokes) terhadap pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini untuk mencegah masuknya varian COVID-19 dari luar negeri, terutama varian Omicron yang saat ini tengah merebak secara global, (07/01/2022).

Menindaklanjuti arahan Kepala Negara tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meluncurkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Aplikasi ini merupakan bagian tindaklanjut kami melaksanakan arahan Bapak Presiden Jokowi untuk melakukan pengawasan secara lebih ketat khususnya terhadap para pelaku perjalanan luar negeri yang baru kembali dan harus melakukan proses karantina,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat peluncuran, di Bandar Udara (Bandara) Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (06/01/2022).

Hadirnya aplikasi ini membantu proses pengawasan karantina oleh petugas kepada pelaku perjalanan luar negeri. Melalui Aplikasi ini, statistik dan radius jarak pengguna aplikasi dapat terukur dan difungsikan untuk melacak posisi karantina pelaku perjalanan luar negeri. Apabila pelaku perjalanan berada di luar jarak tempat karantina yang sudah ditentukan, maka akan ada peringatan atau notifikasi yang langsung terhubung secara sistematis.

“Aplikasi ini merupakan pengembangan hasil koordinasi dengan Kemenkes dan Kemenkumham untuk dapat memudahkan di lokasi pintu masuk masyarakat kita yang datang dari luar negeri agar bisa diawasi secara ketat dan disiplin” ujar Sigit.

Kapolri menyampaikan, penggunaan aplikasi ini akan diperkuat di pintu masuk atau entry point wilayah Indonesia, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Nunukan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, PLBN Entikong, dan PLBN Motaain.

“Pintu gerbang utama kita di bandara, pelabuhan, PLBN, bisa kita jaga karena ini pintu gerbang utama. Kalau di sini kita lemah maka risiko masuknya varian Delta dan Omicron tentunya betul-betul bisa terjadi apabila kita tidak mampu mengawasi dengan baik,” tandasnya.

Acara peluncuran ini antara lain dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Kepala BIN Budi Gunawan. 

(UN/IKSN) JP 
            
Sumber : Humas  Kemenkes Dan Polri



JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Berita Ter-Update

Zionis Israel 'Tegar Tengkuk' Membunuh Tiga Jurnalis, HR&D ASWIN Desak ICC, DK PBB Dan ICJ Berikan Sangsi Tegas : 'Netanyahu Kadal Buntung!'

JAKARTA ( INDONESIA ), JAYAKARTA POS - Head of Research and Development Division of the Central Executive Board of the International Jour...

Berita Terkini

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Postingan Populer

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS