Kamis, 23 September 2021

Polsek Medan Helvetia Bungkus Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan Bermodus Kencan Aplikasi MiChat



MEDAN, JP - Pelaku Pencurian dengan Kekerasan M alias I (41) gasak harta korbannya, dengan modus ajak kencan melalui aplikasi MiChat, Kamis (23/09/2021).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean.SH.SIK.MH, membenarkan penangkapan tersebut. "Ya benar telah terjadi Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan yang dilakukan oleh M alias I  berusia 41 tahun," katanya.

Kapolsek Medan Helvetia memaparkan tentang peristiwa tersebut bahwa,"Kejadian bermula korban MS.Ibrahim berkenalan dengan seorang perempuan M als I (41) melalui Aplikasi MiChat, dan disepakati Open Boking pada hari Selasa 14/09/2021 sekira pukul 21.30 wib, GP als T (DPO) mengatakan kepada M als I bahwa sebentar lagi akan datang tamu yang Open Boking dan M als I untuk mengaku bernama ISNI dan harga Open Bokingnya sebesar Rp.750.000.- (tujuh ratus lima puluh ribu) dan apabila tamunya minta cancel agar diminta kepada tamunya uang sebesar Rp.250.000.- (dua ratus lima puluh ribu rupiah)," paparnya.
 
Lanjut Pardamean,"Sekira pukul 21.37 wib, di sepakati korban bertemu dengan pelaku di jln Kapten Muslim, namun saat kedua insan berlainan jenis itu bertemu, korban merasa terkejut dan kecewa, karena wajah pelaku tidak sesuai di Aplikasi MiChat, dan korban mengcancel Open Bokingnya dan korban memberikan uang sebesar Rp.150.000-.(seratus lima puluh ribu rupiah), namun sesuai kesepakatan, apabila cancel Open Boking harus bayar Rp.250.000.- (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Akibat kesepakatan tidak sesuai, antara korban dan pelaku sempat terjadi keributan adu mulut, namun korban akhirnya mengalah dan memberikan sisa uang kekurangan dari cancel Open Boking Rp.100.000.- (seratus ribu rupiah) kembali," sambungnya.

"Pada saat korban hendak meninggalkan lokasi, pelaku M als I mengambil HP Merk Oppo 2+ korban dari saku belakang korban yang di simpan korban.Selanjutnya pelaku mengatakan kepada korban Hp tersebut sebagai jaminan uang kamar sebesar Rp.300.000.- (tiga ratus ribu rupiah), atas kejadian tersebut korban meninggalkan pelaku, dan pelaku memberikan Hp tersebut kepada rekannya GT alias T, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),"tandasnya.

"Tak selang berapa lama kemudian korban MS.Ibrahim datang bersama temennya ingin menebus Hpnya yang diambil pelaku, namun kesepakatan kembali berubah, saat itu GP als T (DPO) mengatakan kepada korban bahwa uang kamar tersebut menjadi Rp.1.250.000.- (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).Merasa tidak ada kesepakatan dan merasa di tipu serta menjadi ajang pemerasan, korban langsung meninggalkan lokasi dan membuat Laporan Pengaduan ke Polsek Medan Helvetia dengan nomor surat laporan ; LP/B/362/IX/2021/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, Tanggal 15/09/2021, atas nama.MS.Ibrahim selaku Pelapor," pungkasnya.

Kanit Reskrim Iptu.Theo.STrk menambahkan bahwa,"Pelaku dapat kami amankan pada hari selasa tanggal 21 september 2021 sekira pukul 16.00 wib di kos - kosannya yang berada di jalan Kapten Muslim Gang Bersama kelurahan Dwikora Medan Helvetia,"ungkapnya.

Theo menegaskan bahwa,"Kepada pelaku kami kenakan pasal 365 Ayat (1) Subs Pasal 363 Ayat (1) ke 4e dari KUHPidana dari KUHPidana dan ancaman hukuman penjara selama 9 Tahun, dan Barang bukti yang kami amankan 1 (satu) buah kotak HP Merk Oppo Reno 2+ warna Black dengan nomor Hp 081931360188 dengan No IMEI1 863112043373132 dan No IMEI2 863112043373124," tegasnya.

"Kepada GT als T (DPO) 35 Tahun, Jalan Kapten Muslim Gang Bersama kelurahan Dwikora Medan Helvetia, akan kami kejar terus dan apabila tidak koopratif kami akan ambil tindakan tegas serta terukur".tandas Kanit Reskrim Iptu.Theo.STrk.

(Rsn) JP

Siapkan Lahan 20 Hektar, Boy Rafli Amar Resmikan Warung NKRI di Kabupaten Bekasi



BEKASI, JP - Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI cluster industri diluncurkan Kabupaten Bekasi, Rabu (22/9/2021). Kali ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi, Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya selaku media partner.

Peresmian Warung NKRI KADIN Kabupaten Bekasi ditandai dengan pemukulan gong, penandatanganan prasasti Warung NKRI oleh Kepala BNPT RI Komjen Pol Dr. Drs. Boy Rafli Amar, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan dan Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid P.M diwakili Ketua KADIN Provinsi Jawa Barat, Cucu Sutara.

Secara simbolis Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Untung Budiharto melakukan gunting pita sebagai tanda dibukanya warung NKRI KADIN Kabupaten Bekasi dan penyerahan kopi dan teh secara simboli oleh Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan kepada pemilik Warung, RR Meilani Aseaningrum.

Hadir dalam peremian Warung NKRI KADIN Kabupaten Bekasi yakni Kepala BNPT RI Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, M.H, Direktur Klinik Pancasila Dr. Dody Susanto, S.H, M.Si, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratullah, Ketua KADIN Provinsi Jawa Barat H. Cucu Sutara mewakili Ketua umum KADIN Indonesia, Ketua KADIN Kabupaten Bekasi Heri Noviar, perwakilan KADIN Indonesia Komite Malaysia Arie, Wadanyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya Kompol Tabrani. SE., S.IK, Kasat Binmas Polres Metro Bekasi Kompol Bowo, perwakilan Danrem Wijayakarta, ketua SMSI Bekasi Raya Doni Ardon, investor dalam negeri dan asing, puluhan HR dan HRD GA Manager serta pengelola kawasan industri.

Kepala BNPT RI Boy Rafli Amar mengatakan peresmian Warung NKRI ini merupakan inisiatif Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan BNPT RI.

"Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan datang ke tempat saya didampingi Doni Ardon dari SMSI dan pengurus ikatan HRD ibu Meilani menyampaikan kesiapan KADIN Kabupaten Bekasi  membangun Warung NKRI KADIN Kabupaten Bekasi sebagai sarana menggelorakan nilai kebangsaan melalui konsep warung yang sederhana,"ungkapnya.

Konsep yang diharapkan dari Warung NKRI nantinya jadi tempat pertemuan dalam pelaksanaannya dan terselip pesan-pesan kebangsaan".

"Kita bisa menyampaikan pesan kebangsaan ini dengan konsep yang sederhana," kata Boy Rafli.

Dia menuturkan bahwa,"Dengan mengusung tema Bela Rakyat, Bela Bangsa dan Bela Rakyat, Warung NKRI KADIN Kabupaten Bekasi akan menggiatkan dialog-dialog kebangsaan yang sarat akan nilai persatuan, toleransi dan gotong royong,"imbuhnya.

Pesan kebangsaan dari Warung NKRI ini diharapkan dapat menjalar ke seluruh lapisan masyarakat industri sehingga ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dapat dibendung.

"Mengapresiasi positif Warung NKRI yang diprakarsai BNPT RI dan KADIN Kabupaten Bekasi, kiranya menjadi langkah kita menangkal paham radikalisme, merawat dan memperteguh nilai kebangsaan di tengah masyarakat," tambah Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan.

Rencananya, ke depan Warung NKRI di Kabupaten Bekasi akan merangkul lebih banyak pihak guna menjaga perdamaian bangsa.


Usai meresmikan Warung NKRI KADIN Kabupaten Bekasi, Kepala BNPT RI didampingi Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Kabupaten Bekasi H. Obing Fachrudin dan pengelola kawasan industri Jababeka menandatangani Taman NKRI di area fasos fasum Jababeka.

"Alhamdulillah, sudah ada sinyal dari pihak pengelola Jababeka untuk kita mengembangkan Taman NKRI dan kawasan wisata kuliner Warung NKRI seluas 20 hektar,  semoga dapat terwujud melalui sinergitas kementerian dan lembaga," kata ketua SMSI Bekasi Raya Doni Ardon dalam sambutannya di Taman NKRI.

Kepala BNPT sepakat dengan usulan tersebut. Dirinya bahkan menawarkan program KKTN (Kawasan Khusus Terpadu Nusantara).

Konsepnya, membangun daerah menggunakan dana CSR dan pembiayaan dari Kementerian/ lembaga negara secara penuh.

"Silahkan kang Doni hubungi konsultan KKTN Yudhi Putra untuk tindaklanjut dan persiapannya di Kabupaten Bekasi," saran Kepala BNPT RI disambut sukacita penjabat Bupati Bekasi dan warga yang menghadiri. 

Dijelaskan Boy Rafli Amar bahwa KKTN tidak sekedar membangun dan mengelola objek wisata, tetapi juga lahan pertanian, perkebunan, perdagangan dan pelabuhan. 

"BNPT RI sebagai fasilitator dan penyambung hubungan kemitraan serta rekomendasi ke pihak kementerian dan lembaga," ungkap Boy Rafli Amar.

Dia berharap, peresmian Warung NKRI KADIN Kabupaten Bekasi dan Taman NKRI nantinya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan dijadikan sarana edukasi untuk penguatan nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara yaitu : Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Usai penandatanganan Taman NKRI, Kepala BNPT RI dan pejabat otoritas daerah melakukan penanaman Jahe Merah sebagai symbol ketahanan pangan. 

(*) JP

Selasa, 21 September 2021

Terkait Viral Surat Terbuka, Puspomad Segera Periksa Brigjen TNI Junior Tumilaar


Letjen TNI Chandra W. Sukotjo

JAKARTA, JP - Terkait viralnya surat terbuka dengan tulisan tangan yang ditujukan kepada Kapolri, serta beredarnya rekaman video pernyataan yang dibuat oleh Brigjen TNI Junior Tumilaar di media sosial, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) akan melakukan pemeriksaan terhadap Irdam XIII/Merdeka tersebut di Puspomad, Jakarta.

Pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap Jenderal bintang satu tersebut, terkait adanya dugaan bahwa hal - hal yang disampaikan mengandung berita yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Demikian disampaikan Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat , Letjen TNI Chandra W. Sukotjo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9/2021).

(*) JP

Sumber : Danpuspomad

Evakuasi Jenazah Suster Gabriela, Satu Prajurit TNI Gugur Dalam Kontak Tembak Dengan KST



PAPUA, JP - Satu Prajurit TNI Gugur Saat Proses Evakuasi Jenazah Suster Gabriela di Kiwirok. Dalam kontak tembak dengan Kelompok Separatis Teroris (KST) saat proses evakuasi jenazah suster Gabriela Meilan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Selasa (21/09/2021) pagi. 

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Reza Nur Patria menjelaskan,"Kontak tembak terjadi saat helikopter bergerak menuju Kiwirok untuk melaksanakan evakuasi. Hari ini telah telah dievakuasi jenazah suster Gabriela dari Kiwirok ke Jayapura," jelasnya. 

"Dalam pelaksaan evakuasi tadi pagi ada gangguan dari kelompok separatis teroris terhadap anggota TNI yang berupaya melakukan pengamanan. Saat melakukan pengamanan terjadi kontak tembak, dan satu anggota kita gugur," ungkap Kapendam Reza dalam keterangan persnya, Selasa (21/09).


Kapendam menyebut,"Sampai saat ini kontak tembak antara aparat gabungan TNI Polri dengan kelompok bersenjata masih terus berlangsung. Sangat disayangkan personil kita yang melaksanakan evakuasi masih diganggu. Sehingga kita harapkan doa bersama semua aparat TNI Polri yang melaksanakan tugas dalam menjaga NKRi di tanah papua, mendapat perlindungan dari Tuhan demi tegaknya NKRI," kata Kapendam.

Ia menambahkan, "Jenazah anggota TNI yang gugur telah di evakuasi ke Jayapura bersamaan dengan jenazah suster Gabriela. Dari data yang diperoleh, prajurit TNI yang gugur tersebut bernama Pratu Ida Bagus Putu dari Satgas Pamtas Yonif 403. Pratu Ida gugur dengan luka tembak di bagian kepala," Pungkas Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Reza Nur Patria.

(Ag) JP

Pemkab.Bekasi, Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat Dinilai Tak Perduli Para Isoman Desa Karang Satria



KABUPATEN BEKASI, JP - Hal mengejutkan kembali terkuak dimana dalam kondisi mewabahnya Covid-19 melanda berbagai belahan dunia dengan maraknya manusia yang mengalami kematian serta terpapar akibat wabah virus Covid-19 yang menyerang tanpa pandang bulu namun tetap Pemerintahnya membantu rakyatnya, berbeda dengan NKRI dimana persoalan didepan mata tapi tak tampak satupun bantuan yang datang berkeperdulian dengan menunjukan kehadiran Pemerintah, baik Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa-Barat maupun Pusat di tengah masyarakat dalam kondisi yang memperihatinkan dan memilukan bagi para terdampak Covid-19 yang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) seperti di Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, (21/09/2021).

Fenomena tanpa kepedulian dan kehadiran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa-Barat dan Pemerintah Pusat yang terkesan tidak memikirkan kondisi dan keadaan masyarakat Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) dengan jumlah ratusan menuju ribuan orang tersebut di ungkapkan secara gamblang oleh Kades Karang Satria, Zainuddin pada Jayakarta Pos di ruang kerjanya pada (20/09/2021).

"Kalau khusus Isoman itu tidak ada pak bantuannya kecuali bantuan umum Bansos (Bantuan Sosial) dari Kabupaten, Provinsi dan Pusat itu ada, tapi Khusus buat Isoman itu tidak ada sama sekali," ungkapnya.

Lanjutnya,"Kalau untuk Isoman sejak ada Covid sampai saat ini tidak ada bantuan sama sekali, kalau untuk Isoman itu kita mengadakan dari swadaya masyarakat yang di kelola oleh Rt-Rw dan Desa, ini inisiatif Desa...karena kita tahi Isoman itu tidak boleh kemana-mana, masakpun engga boleh kita kasih nasi, nah kalo die bisa masak ..kita kasih beras dan barang-barang mentah..itu kita yang tau..ya sementara ini sepengetahuan saya..itu untuk bantuan Isoman belum kita terima sampai saat ini,"jelas Kades terpilih tiga periode.

Kades Karang Satria, Zainuddin 

Kades Zainuddin berharap ada kepedulian dan Perhatian serta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat terhadap para masyarakat (yang Notabene adalah Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di Desa Karang Satria mengingat terkadang Rumah Sakit mengalami Over Kapasity.

"Kita harapkan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat bisa memberikan kepada Orang-orang yang di Isoman, karena bagaimanapun kalau kita bawa kerumah sakit kadang-kadang penuh di Rumah Sakit ...terpaksa kita Isoman ..gitu, jadi menurut pendapat daripada masyarakat Isoman itu lebih efektif, bahwa dia itu tidak merasa mentalnya engga berkurang dalam arti dia Imunnya tetap kuat, karena rasa takut di Rumah Sakit itu ada dan di Rumah Sakit itu tidak boleh di liat, nah kalo Isoman ketemu dengan keluarganya, kalau keinginan masakan itu di masakin...jadi lebih nyaman," papar Kades Zainuddin.

Pihak Desa yang selama ini selalu bekerjasama dengan Rt maupun Rw setempat guna menanggulangi bantuan penuh untuk para terpapar akibat terserang wabah Covid-19, dalam hal ini para Isoman kendati tidak adanya perhatian dan kepedulian serta bantuan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat,yang sering di Gembar-gemborkan selama ini ternyata hanya isopan jempol belaka.

Namun kali ini pihak Desa Karang Satria berusaha kembali untuk menyentuh hati para Pejabat di tingkat Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk sejenak menunjukan rasa empati, kepedulian dan bantuannya terhadap para Isoman yang membutuhkan uluran tangan Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat pertanda hadirnya Pemerintah di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan akibat wabah Covid-19.

"Alhamdulillah pak, berat sama kita pikul ringan sama kita jinjing...alhamdulillah kita masih bisa menanggulangi semuanya, kemudian sekarang alhamdulillah sudah tidak ada lagi sementara orang yang terpapar karena Covid semenjak kita giatkan Vaksin..namun tetap kalau untuk bantuan Isoman kita harapkan untuk berjaga-jaga bila kejadian tersebut terulang kembali," Pungkas Kades Karang Satria terpilih aklamasi tiga periode, Zainuddin Resan menutup wawancara dengan Jayakarta Pos.

(Joggie) JP


Senin, 20 September 2021

Puan Maharani : Waspadai Munculnya 'Revenge Travel' Pasca Pembatasan Sosial



JAKARTA, JP - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut baik industri pariwisata yang mulai berdenyut setelah sejumlah wilayah tempat destinasi wisata berada, mulai turun status ke PPKM Level 3 ke bawah,(20/09/2021)

Meski demikian, Puan meminta seluruh pemangku kebijakan terus waspada terhadap fenomena revenge travel/tourism (balas dendam wisata) agar jangan kontraproduktif terhadap penanganan Covid-19.

“Kita bisa memahami adanya revenge travel, dimana banyak orang mungkin suntuk, bahkan stres kurang hiburan selama pembatasan sosial berbulan-bulan, dan kini mau balas dendam pergi jalan-jalan ke tempat wisata. Ini tentu baik bagi wisatawan dan juga industri wisata. Tetapi perlu dijaga agar balas dendam wisatawan ini jangan sampai bablas,” kata Puan di Jakarta, Senin (20/09/2021).

Puan mewanti-wanti pemangku kebijakan wisata, mulai dari pemerintah baik pusat maupun daerah, pengelola destinasi, hingga wisatawan jangan sampai kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari perjalanan sampai ke destinasi wisata, serta di fasilitas-fasilitas pendukung, seperti penginapan, tempat makan sampai toilet.

“Jangan sampai kita kecolongan atau abai prokes di titik-titik yang justru rawan penularan. Kalau perlu jangan lepas masker, sekalipun saat berfoto-foto di tempat wisata,” kata Puan. 

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut mengingatkan pengelola tempat wisata mengikuti anjuran pemerintah terkait kapasitas pengunjung. Dia juga meminta pengelola menerapkan aturan adaptasi kebiasaan baru tempat wisata dari Kementerian Kesehatan yang mengatur soal perilaku hidup sehat di objek wisata, kebersihan lingkungan, toilet, hingga sirkulasi udara.

“Kenyamanan dan keselamatan rakyat yang berkunjung ke tempat wisata harus menjadi prioritas,” ucapnya.

Puan mengingatkan, pelaku usaha wisata juga harus memenuhi standar kebutuhan pengunjung sesuai panduan pelaksanaan cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) yang sudah dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan mengikuti pedoman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan World Travel and Tourism Council (WTTC).
 
Untuk melindungi wisatawan dan masyarakat setempat, Puan mengingatkan agar pemda menyiapkan tim pemantau protokol kesehatan di setiap wisata.

“Bagaimanapun tetap harus ada pengawasan untuk prokes supaya tidak bablas. Namanya di tempat wisata, banyak orang lagi bersenang-senang, potensi abai prokes pasti tinggi,” katanya.

(Irf) JP

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Mendapat Gelar Bangsawan Dari Keraton Solo di Istana Keraton



JAWA TENGAH, JP - Keraton Kasunanan Surakarta memberikan gelar bangsawan kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Gelar Kanjeng Pangeran Gibran Rakabuming Widuronagoro itu diberikan langsung oleh Raja Paku Buwono XIII Hangabehi di Istana Keraton.

Pemberian gelar bangsawan kepada putra sulung Presiden Jokowi itu berlangsung scara spontan. Ia mampir ke keraton setelah meninjau kegiatan vaksinasi massal yang digelar pihak Keraton Kasunanan Surakata di komplek pagelaran keraton pada Senin, (20/09/2021).

Usai meninjau kegiatan vaksinasi, Gibran dan permaisuri raja Keraton Kasunanan Surakarta GKR Paku Buwono serta sentana dalem langsung berjalan menuju Kori Kamandungan untuk masuk ke komplek istana keraton. Saat masuk ke dalam keraton, Gibran masih mengenakan seragam tugas Satpol PP yang dipakai sejak pagi tadi.

Setelah melakukan pertemuan dengan Sinuhun Paku Buwono XIII, kemudian Gibran tampak keluar dari dalam keraton. Ia masih terlihat didampingi oleh pemaisuri raja GKR Paku Buwono. Usai keluar, ia pun tampak mengabadikan momen berfoto dengan para prajurit keraton yang mengenakan busana kebesarannya.

Pengageng Parentah Keraton Kasunan Surakarta KGPH Dipokusumo mengatakan dalam pertemuan dengan Sinuhun Paku Buwono XIII, Gibran juga mendapatkan gelar dari keluarga Keraton Kasunanan Surakarta. Gelar bangsawan yang diberikan kepada Wali Kota Solo adalah Kanjeng Pangeran Gibran Rakabuming Widuronagoro.

“Beliau mendapatkan gelar dari keluarga keraton. Jadi keraton itu punya tata cara adat tradisi di mana beliau-beliau yang memiliki suatu kedudukan, pengaruh dan sebagainya, salah satunya pejabat wali kota ini mendapat gelar dari Sinuhun. Asmane (namanya) Kanjeng Pangeran Gibran Rakabuming Widuronagoro,” kata dia di Keraton Kasunanan Surakarta, Senin, 20 September 2021.

Lantas ketika disinggung mengenai arti dari gelar tersebut, ia menjelaskan widuro memiliki arti sebagai panutan. Ia pun berharap nama gelar yang diberikan oleh Sinuhun Paku Buwono XIII itu bisa melekat dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

“Nama beliau itu semoga bisa melekat dengan mas wali yang tentu saja bisa mengayomi, ngayemi kepada masyarakat. Intinya begitu,” jelasnya.

Pemberian gelar itu dilakukan tidak dengan upacara adat, namun hanya dalam pertemuan biasa. Sinuhun memberikan gelar bangsawan kepada putra sulung Presiden Jokowi itu di utara Bangsal Parasdyo. Rencana pemberian gelar itu telah dilakukan sejak lama, hanya saja gelar baru diberikan ketika Gibran mengunjungi keraton.

“Yang memberikan Sinuhun langsung. Kalau renca apemberian gelar itu sudah lama, jadi ini kira-kira bagaimana ada kesempatan maka diagemi. Lha ini kok ada kesempatan untuk memberikan gelar itu” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raja mengaku suatu kehormatan mendapatkan gelar bangsawan dari Keraton Kasunanan Surakarta. Dalam pemberian gelar itu, ia pun berkesempatan bisa bertemu dengan Sinuhun Paku Buwono XIII.

“Itu suatu kehormatan untuk saya, terima kasih, tadi juga sempat bertemu sebentar dengan Sinuhun. Alhamdulillah Sinuhun memberikan arahan kepada saya, jadi beliau berharap kawasan keraton ini bisa lebih tertata lagi dan beliau mempercayakan penataan itu ke saya,” ungkapnya.

(Wahyu) JP

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Berita Ter-Update

Zionis Israel 'Tegar Tengkuk' Membunuh Tiga Jurnalis, HR&D ASWIN Desak ICC, DK PBB Dan ICJ Berikan Sangsi Tegas : 'Netanyahu Kadal Buntung!'

JAKARTA ( INDONESIA ), JAYAKARTA POS - Head of Research and Development Division of the Central Executive Board of the International Jour...

Berita Terkini

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Postingan Populer

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS