Minggu, 19 September 2021

Tiga Jenderal Kunjungi Satgas Garuda Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-C/MONUSCO di Kongo



WALUNGU, JP - Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama Asops Kasad Mayjen TNI Eka Wiharsa mendampingi Koorsahli Kasad, Letjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi mengunjungi Satgas Garuda Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-C/MONUSCO pada hari Jum"at (17/09) di Republik Demokratik Kongo, (18/09/2021).

Kedatangan ketiga Jenderal ini disambut dengan Tarian Kolaborasi Budaya Indonesia yang dibawakan oleh para Prajurit Satgas Garuda Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-C/MONUSCO. Tarian ini mewakili beberapa provinsi yang ada di Indonesia diantaranya, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Riau, Sumatera, dan Bali.

Dalam keterangannya Koorsahli Kasad mengatakan,"Kunjungan kali ini adalah dalam rangka kegiatan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan tugas Satgas Garuda Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-C/MONUSCO beserta seluruh Prajurit Satgas," terang Letjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi.

Selanjutnya, Koorsahli Kasad beserta rombongan menuju Ruangan Soedirman Camp untuk menerima paparan tentang Satgas yang disampaikan oleh Komandan Satgas Garuda Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-C/MONUSCO Kolonel Inf Sandi Kamidianto tentang situasi dan kondisi seluruh Prajurit, Alutsista TNI, pencapaian-pencapaian yang sudah diraih selama menjalankan misi. Paparan diikuti oleh COB yang berada di Bendera dan Shabunda melalui virtual.

Dansatgas (BGC) XXXIX-C/MONUSCO Kolonel Inf Sandi Kamidianto menyampaikan bahwa, "Para Prajurit yang terpilih ini merupakan prajurit yang tangguh dan penuh semangat, sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik sebagai prajurit Garuda," ungkapnya.

Kemudian kegiatan Koorsahli Kasad beserta rombongan melaksanakan tatap muka dan pengarahan kepada seluruh Prajurit Satgas Garuda Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-C/MONUSCO yang berada di Lapangan Pancasila.


Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menegaskan kepada personel Satgas agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta meluaskan hati untuk terus beribadah, karena hanya kepada-Nya lah kita berserah diri dan mendapatkan kekuatan.

"Jangan lengah, tingkatkan kewaspadaan dan profesionalisme karena setiap saat tugas selalu menanti, menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang diemban," tegas Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Lebih lanjut Pangdam XII/Tpr berpesan agar setiap pelaksanaan tugas harus berdasar pada Standard Operating Procedure (SOP) dan Rules of Engagement (ROE), sehingga tidak ada langkah inisiatif dalam menangani krisis umum tanpa prosedur.

"Kecuali inisiatif dan tindakan keamanan internal satuan, atau pembelaan diri tehadap ancaman langsung, yang itupun harus eksplisit di dalam protap satuan," pesannya.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian dukungan alat olahraga dari Pangdam XII/Tpr, foto bersama, pengecekan Alutsista TNI, dan melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Al Jihad COB Walungu.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Asops Kodam XII/Tpr Kolonel Inf Asep Sukarna, Athan RI di Pretoria Kolonel Laut (E) Rolly Stephanus Rore, Pabandya LN Spaban VII/Sopsad Letkol Inf Zamril, dan Pabandya Matops Spaban V Sopsad Letkol Inf Mustamin. 

(Pendi) JP

World Cleanup Day ( WCD), Bupati Ciamis Ajak Masyarakat Wujudkan Kebersihan Lingkungan



CIAMIS, JP - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Ciamis untuk bahu-membahu mewujudkan kebersihan lingkungan.Hal tersebut disampaikan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat memberikan sambutan pada puncak acara World Cleanup Day (WCD) 2021 di Aula Sekretariat Daerah kabupaten Ciamis, Sabtu (18/9/2021).

“Mari kita saling bahu-membahu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan mengawali dari diri kita masing-masing sambil mengajak masyarakat lainnya, niscaya akan terwujud Ciamis bersih,” katanya.

Herdiat sapaan akrab Bupati Ciamis ini mengungkapkan, bahwa permasalahan sampah bukan hal yang enteng, karena sangat penting sekali terutama dibidang pemerintahan.

“Pengelolaan sampah itu tidak enteng, kita harus melakukannya dari mulai pemilahan sampah, pengolahan sampai pembuangan. Oleh karena itu permasalahan sampah perlu menjadi perhatian dan harus diwaspadai karena bisa berdampak terhadap bencana, kesehatan dan sosial,” ungkapnya.

Menurutnya, Kabupaten Ciamis merupakan daerah yang sadar akan kebersihan. Pemkab Ciamis saat ini telah berfokus dan melakukan upaya konkrit dalam pengelolaan sampah dengan benar dan baik.


Herdiat pun menginstruksikan seluruh Dinas di Kabupaten Ciamis agar ikut serta memberikan edukasi serta sosialisasi kepada seluruh masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.

“Edukasi terkait pengelolaan sampah yang baik dan benar sangat perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan penyumbang sampah terbesar berasal dari rumah tangga. Sehingga pengetahuan akan pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPA mesti dipahami dan dibudayakan agar pengelolaannya lebih mudah dan sesuai,” terangnya.

Bupati Ciamis inipun mengkampanyekan gerakan Cleanup Day Kabupaten Ciamis. Isi kampanye tersebut berisi, pertama, Cleanup (membersihkan), dengan melakukan cleanup sampah di Kabupaten Ciamis sebagai aktivitas fundamental untuk mengatur kebersihan di lingkungan.

Kedua, pilah sampah dari rumah, melalui kampanye ini sebagai sarana mendidik masyarakat terkait pentingnya memilah sampah dari rumah untuk menanggulangi limbah ke TPA. Ketiga, digital clean up, mendidik masyarakat terkait bahaya sampah melalui penggunaan media elektronik untuk pemanfaatan sampah agar berdampak secara ekonomis melalui berbagai program bank sampah yang telah ada.

“Limbah sampah terutama plastik sangat berbahaya dan lama bisa terurainya, kita harus kelola sampah secara baik dan benar. Mari kita bersama-sama mewujudkan Kabupaten Ciamis yang bersih, sehat dan sejahtera warganya,” tutupnya.

(.Lili Romli) JP

Sabtu, 18 September 2021

Tumbangkan Tim Unggulan, Atlit Esports Maluku Divisi Free Fire dan PUBG Lolos ke PON XX Papua



AMBON, JP -Pra PON Esports PON XX Papua yang digelar sejak tanggal 6 September 2021 telah berakhir pada hari  Kamis, 16 September 2021 dengan hasil yang menggembirakan karena dari empat devisi yang diikuti oleh para player Esports Maluku  (PES, Mobile Legend, Free Fire dan PUBG), Maluku berhasil meloloskan dua Tim ke PON Papua yaitu dari devisi Free Fire dan PUBG,(18/09/2021).

Hal itu disampaikan Sekretaris Pengprov Esports Indonesia (ESI) Maluku, Emphy Sahetapy dalam rilisnya kepada media ini, Jumat (17/09).

Sahetapy menjelaskan bahwa, pada hari Sabtu 11 September 2021 lalu yang mempertandingkan devisi Free Fire, tim Maluku yang diwakili oleh para player muda belia yang tidak diunggulkan berada di grup B (grup neraka)  yakni Ezra A. Metekohy, Clifort P. Mahubessy, Petra Pattiwaellapia dan Devolino C. Papilaya telah membuat pecinta Esports Indonesia tercengang setelah menyingkirkan tim-tim tangguh dengan sejumlah pemain Pro Playernya dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sumut, Sumsel, Sumbar, Banten, Lampung, Sulawesi Utara,  dan NTB dan hanya terpaut 5 poin dari peringkat I yaitu Sulawesi Tengah. 

"Dengan demikian Maluku keluar sebagai runner up grup B dan lolos ke PON XX Papua 2021," ucapnya. 

Sedangkan devisi PUBG, para player Maluku yang terdiri dari Firstjuan I. Van Harling, Asrullah Haris, Muh Aqshal Dzaki dan Rifqi Muis Kelihu  yang juga berada di grup neraka  (grup A) bersama DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, Riau, Kalimantan Barat, Bengkulu, Jambi, Aceh, Kep Riau, NTT, NTB, Kalteng, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Gorontalo yang juga bercokol para pemain Pro Player kelas dunia bahkan ada juara dunia dari Tim DKI, Tim Maluku berhasil keluar sebagai peringkat 3 dibawah DKI Jakarta dan Bali dan lolos ke PON Papua XX.
 
"Perjalanan Atlet Esports Maluku masih panjang karena harapan saya mereka akan bisa melakukan gebrakan lagi di PON Papua nanti sesuai apa yang diharapkan oleh Ketua ESI Maluku Brigjen TNI Jimmy Aritonang  agar Atlet Esports Maluku tidak dipandang sebelah mata oleh daerah-daerah lain," jelasnya berharap. 

Namun, lanjutnya, dengan apa yang telah dicapai pihaknya harus memberikan apresiasi kepada anak-anak kami tersebut karena dengan persiapan yang sangat terbatas mereka semua telah menunjukan bahwa semangat juang Pattimura benar-benar melekat pada diri mereka.

"Selain keberhasilan para Atlet Esports Maluku tersebut, Saya juga harus  memberikan apresiasi  atas kerja keras Panitia Kualifikasi dan PRA PON ESI Maluku yang diketuai oleh ; Novel Elminero diback up oleh Michael Sitanala, Patrick Rahakbauw, Odlyn Tarumere, Johnnie Sahetapy dan Yapy Lumapelumey karena hanya bermodalkan semangat dan kebersamaan mereka telah dapat mengatasi banyak hal baik teknis maupun non teknis dalam event dimaksud," paparnya.


Atas nama Pengprov ESI Maluku, tambahnya, saya juga  menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran BIN Daerah Maluku, seluruh Pengurus ESI Kabupaten/Kota se-Maluku yang juga telah bekerja keras menyukseskan event ini dengan harapan kerjasama ini akan tetap  terpelihara demi perkembangan Esports di Provinsi Maluku. 

"Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Pimpinan DPRD Provinsi Maluku,  Telkomsel Region Maluku, para orang tua atlet, para pecinta Esports Maluku serta masyarakat Maluku pada umumnya yang telah menopang pelaksanaan Kualifikasi dan Pra PON Esports Provinsi Maluku kiranya bentuk kerjasama seperti ini dapat terus terjalin demi kepentingan Esports pada khususnya dan olahraga Maluku pada umumnya," tuturnya. 

Menurutnya, Pra PON sudah berakhir, namun PON akan segera  dihadapi dengan sejumlah harapan.

"Untuk itu, saya tetap memohon dukungan doa dari semua pihak  terhadap anak – anak kami yang akan berjuang di PON Papua XX  2021 pada tanggal  18 s/d 27 September nanti,"tandas Sekretaris Pengprov Esports Indonesia (ESI) Maluku, Emphy Sahetapy.

(Elvis) JP

Memotivasi Warga, Putri Hijab Indonesia 2020, Kunjungi Vaksinasi di PRSU Medan Helvetia



MEDAN, JP - Putri Hijab Indonesia 2020 Top 5 Dan Putri Persahabatan Putri Hijab 2020 Rahayu Pratiwi didampingi Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean.SH.SIK. MH, blusukan mengunjungi Vaksin Merdeka yang dilaksanakan jajaran Polrestabes Medan khususnya Polsek Medan Helvetia yang digelar di PRSU Medan Helvetia Jalan Gatot Subroto kelurahan Sei Sekambing CII kecamatan Medan Helvetia.Sabtu (18/09/2021).

Putri Hijab Indonesia Rahayu Pratiwi sengaja datang untuk memotivasi masyarakat yang ikut dalam kegiatan vaksinasi.Kedatangan Rahayu Pratiwi ini pun sontak membuat kaget para peserta vaksin yang ada di lokasi PRSU Medan Helvetia.

"Assallammuallaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera buat kita semua, Halo semua dimanapun berada, Alhamdullillah hari ini Rahayu telah selesai meninjau vaksinasi merdeka vaksinasi massal dosis 1(satu) yang di selenggarakan Polsek Medan Helvetia, selain meninjau dan menanyakan masyarakat langsung di petik langsung dari masyarakat, begitu antusias yang begitu patuh akan protokoler untuk memutus mata ranti covid -19,"ungkap Putri Hijab Indonesia dalam penyampaiannya.


Lanjutnya,"Untuk teman - teman dimana pun berada yang belum terdaftar vaksinasi silahkan daftar segera dan untuk teman - teman yang berada khususnya di Medan Helvetia, silahkan untuk mengikuti vaksin dosis 1(satu), pokoknya vaksinasi halal, terpercaya dan menyehatkan, putuskan mata rantai Covid -19 bersama vaksinasi,"ucapnya memotivasi.

"Dan saya mohon do'anya dari Bapak - bapak dan ibu - ibu, dibulan oktober tahun ini, saya akan mengikuti dan menjadi Delegasi Indonesia - Asia For International Youth Leader SYMPOSIUM EXPO DUBAI 2021, Terimakasih, Wasallammuallaikum warahmatullahi wabarakatuh,"tutup Putri Hijab Indonesia, Rahayu Pratiwi akhiri penyampaian motivasi dan dukungannya terkait Program Pemerintah dalam memvaksinasi masyarakat.

(*) JP

Kodam XII/Tanjungpura Gelar Pembekalan Kader Rakyat Terlatih Tingkat Kotamawil TA 2021 di Pontianak



PONTIANAK, JP - Dalam rangka menyiapkan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya yang handal, Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura melaksanakan Pembekalan Kader Rakyat Terlatih Tingkat Kotamawil TA 2021di Wilayah Kodam XII/Tpr bertempat di Aula Abdul Rani IAIN Pontianak, Jum'at (17/09/2021).

Pembekalan dibuka oleh Pabandaya Wanwil Sterdam XII/Tpr, Letkol Inf Bayu Yudha. Diikuti sebanyak 200 peserta yang berasal dari organisasi kemasyarakatan serta para pelajar dari wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan ini mengambil tema, "Kader Rakyat Terlatih yang Patriot dan Cinta Tanah Air".

Pembekalan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 17 sampai dengan 20 September 2021. Adapun materi yang diberikan yaitu diantaranya wawasan kebangsaan dan nasionalisme, pengetahuan Covid-19, Materi PBB dan PPM, pengenalan komunikasi radio, pengetahuan kesehatan lapangan dan materi Outbond.

Pabandaya Wanwil Sterdam XII/Tpr, Letkol Inf Bayu Yudha menyampaikan,"Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 pasal 1 point 6 dijelaskan bahwa sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya,"jelasnya.

"Serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman," ujarnya saat membacakan sambutan Aster Kasdam XII/Tpr.

Letkol Inf Bayu Yudha mengatakan,"Guna terwujudnya sistem pertahanan yang bersifat semesta, TNI AD melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan di darat melalui kegiatan Pembinaan Teritorial, yang hakekatnya ialah kegiatan penyiapan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai sistem pertahanan semesta serta upaya untuk membangun, memelihara, meningkatkan dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat,"paparnya.


Selanjutnya Pabandya Wanwil Sterdam XII/Tpr mengungkapkan,"Adapun sasaran yang ingin dicapai, diantaranya, terwujudnya masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kesadaran dalam Bela Negara. Terwujudnya komponen masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam membela Negara Indonesia,"ungkapnya.

"Kemudian,"lanjut Bayu Yudha  "Tersedianya Kader Rakyat Terlatih berupa Sumber Daya Manusia sebagai komponen cadangan dan komponen pendukung dalam rangka Pertahanan Negara (khususnya Bin Wanra) serta terpeliharanya kemampuan Rakyat Terlatih sehingga tercipta Alat Juang yang tangguh untuk pemberdayaan wilayah pertahanan," tandasnya.

"Diharapkan sekembalinya dari sini para peserta mampu mengaplikasikan materi yang telah diberikan oleh pemateri di lingkungannya masing-masing," pungkas Pabandaya Wanwil Sterdam XII/Tpr, Letkol Inf Bayu Yudha mengakhiri. 

(Pendi) JP

Kamis, 16 September 2021

Keluarkan Surat Telegram, Kapolri Perintahkan Polisi Humanis Sikapi Warga Sampaikan Aspirasi



JAKARTA, JP -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Telegram (TR) berupa perintah kepada jajaran Polda dan Kasatwil di seluruh Indonesia untuk melakukan pengamanan kunjungan kerja Presiden dengan humanis serta tidak reaktif, (16/09/2021).

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, perintah Kapolri ini guna menghindari anggapan mengkebiri kebebasan berpendapat dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke sejumlah daerah yang diwarnai aksi penyampaian pendapat oleh masyarakat tidak terulang.

Oleh karena itu, lanjut Argo, sesuai dengan Telegram Kapolri ke jajaran dengan nomor STR/862/IX/PAM.3/2021 tertanggal 15 September 2021. Untuk seluruh jajaran diwajibkan agar memperhatikan pedoman yang sudah diarahkan oleh Kapolri. Ada empat point penekanan, 

"Yang pertama, setiap pengamanan kunker Presiden agar dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reakif. Kedua, apabila didapati sekelompok masyarakat yang berkerumun untuk menyampaikan aspirasinya, sepanjang dibenarkan Undang-undang maka tugas pengamanan hanya mengawal rombongan tersebut, agar dapat berjalan dgn tertib dan lancar," kata Argo saat menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu malam (15/09/2021). 

Kemudian, penekanan ketiga dalam arahan Kapolri yakni setiap Kasatwil menyiapkan ruang bagi masyarakat maupun kelompok yang akan menyampaikan aspirasinya, sehingga dapat dikelola dengan baik. 

"Sehingga nanti dari kepolisian setempat dapat memberikan ruang, kepada sekelompok yang akan menyampaikan aspirasinya dan kita siapkan ruang itu sehingga aspirasi bisa tersampaikan," tandas Argo. 

Dan keempat apablia ada kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi agar dikomunikasikan dengan baik secara humanis, dijelaskan bahwa tindakan untuk menyampaikan aspirasi tidak boleh menganggu ketertiban umum. 

"Ini kita sampaikan kepada jajaran agar dipedomani dan dilaksanakan dengan baik," pungkas Argo.

(*) JP

Polresta Manado Kriminalisasi Ibu Bhayangkara, Fachrul Razi : 'Evaluasi Kinerja Aparat!', Maya Rumantir: 'Nina Muhammad Harus Dibebaskan!'



JAKARTA, JP – Ketua Komite I DPD-RI, Senator Fachrul Razi, sangat menyayangkan terjadinya kriminalisasi Ibu Bhayangkari, Nina Muhammad, oleh oknum Polresta Manado. Sehubungan dengan itu, Senator Progresif dari Aceh ini mendesak Mabes Polri untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja jajarannya di Polresta Manado, termasuk Kapolresta KBP Elvianus Laoli, serta memberikan keadilan hukum bagi korban kriminalisasi, Nina Muhammad.

Hal tersebut disampaikan Fachrul Razi dalam kunjungan kerjanya ke Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No. 3 Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021. Sebagaimana diketahui bahwa rombongan Komite I DPD-RI yang dipimpin langsung oleh Ketua Komite I, Fachrul Razi, hadir ke Mabes Polri dalam rangka kunjungan dan rapat kerja dengan Kepolisian Republik Indonesia terkait Keamanan dan Penegakan Hukum di Daerah pada Masa Pandemi Covid-19.

Hadir dalam rapat kerja tersebut, antara lain, Wakapolri, Komjenpol Gatot Edi Pramono; Kabaintelkam, Komjenpol Paulus Waterpauw; Kadivhumas Polri, dan sejumlah petinggi Polri lainnya. Sementara dari pihak DPD-RI, selain Ketua Komite, juga terlihat para wakil ketua dan beberapa anggota Komite I.

Salah satu di antara isu-isu penting yang disampaikan Fachrul di depan para pimpinan Polri adalah terkait kasus kriminalisasi Ibu Bhayangkari, Nina Muhammad, yang sempat mencuat ke pemberitaan nasional beberapa bulan ini. “Saya meminta agar Pimpinan Polri melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatnya di lapangan, khususnya terhadap kasus kriminalisasi Ibu Bhayangkari, Nina Muhammad ini, dan memproses semua aparat polisi yang telah terlibat melakukan pelanggaran di kasus tersebut,” tegas Fachrul.

Selain meminta agar Mabes Polri melakukan evaluasi atas proses penegakan hukum dalam kasus tersebut, Senator Fachrul Razi juga menekankan agar hal ini dijadikan momentum bagi Polri untuk berbenah diri agar seluruh jajaran aparat Polri di semua lini di negeri ini dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan benar, berpedoman kepada peraturan perundangan yang ada. “Kami sangat berharap agar Polri sebagai mitra kerja strategis DPD-RI dapat melakukan pembenahan internal dan melanjutkan program perbaikan kinerja Polri dalam menghadirkan keadilan hukum tanpa diskriminasi bagi seluruh warga masyarakat di negeri ini,” tambah senator kebanggaan masyarakat Aceh itu.

Menanggapi penyampaian Ketua Komite I tersebut, Wakapolri Gatot Edi Pramono melaporkan bahwa kasus yang menimpa Ibu Bhayangkari Nina Muhammad ini telah masuk P-21 atau telah menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Manado. Namun demikian, Gatot berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kasus ini, termasuk menelusuri rangkaian kasus yang terkait dengan kriminalisasi Ibu Bhayangkari tersebut.

“Kita akan tindaklanjuti informasi dan keluhan Ketua Komite I, Bapak Fachrul Razi, dengan melakukan evaluasi terhadap rangkaian kasus ini,” ujar Gatot Edi Pramono.

Maya Rumantir: "Nina Muhammad Harus Dibebaskan!"


Sementara itu, informasi yang didapat media ini dari rekan wartawan di Manado, Sulawesi Utara, Anggota DPD-RI dari Komite III, Senator Dr. Maya Rumantir, MA, PhD, turun langsung mengadvokasi Nina Muhammad, korban kriminalisasi Polresta Manado tersebut. Sang Senator yang sangat peduli dengan persoalan anak dan pemberdayaan perempuan itu mendatangi Kejakasaan Negeri Manado dan Pengadilan Negeri Manado untuk memaparkan hasil telaahannya atas kasus yang menjerat Ibu Bhayangkari Nina Muhammad.

Senator Maya Rumantir menjelaskan bahwa sebagai Anggota Komite III DPD RI, salah satu tugasnya adalah perlindungan terhadap anak dan perempuan. “Setelah mempelajari kasusnya, akhirnya saya memutuskan untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin agar paling tidak ada penangguhan penahanan terhadap Nina Muhammad, seorang ibu Bhayangkari Polda Sulut,” kata Senator Maya Rumantir.

Ditegaskannya juga bahwa apa yang telah dan akan dilakukannya itu merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk membela warga Sulut yang tidak bersalah. Langkah kongkrit yang dilakukannya adalah membuka ruang komunikasi bersama pihak Kejaksaan Negeri Manado dan Pengadilan Negeri Manado dengan menyampaikan fakta-fakta yang sebenarnya.

Kepada Kepala Kejaksaan Negeri Manado dan Ketua Pengadilan Negeri Manado, Maya Rumantir menyampaikan bahwa dalam postingan di akun Facebook miliknya, Nina Muhammad hanya mengekspresikan perasaan dirinya yang sedang menghadapi arogansi seseorang. "Dari postingan Nina Muhammad di Facebook tersebut, saya menilai di sana tidak disebutkan nama atau identitas seseorang, sehingga tidak perlu ada sikap arogansi dari oknum pelapor dengan mengkriminalisasi orang lain yang tidak bersalah," tutur Maya Rumantir.

Berdasarkan pengakuan Nina Muhammad, tambah Maya Rumantir, dirinya lebih dahulu dizolimi dengan postingan oknum istri salah satu direktur Bank Sulutgo dengan mengungkapkan identitas serta screenshoot foto wajah Nina Muhammad yang diberi tanda lingkaran pada bagian kepala disertai nama jelas dan lengkap. “Jadi menurut saya di sini terdapat sesuatu yang ganjil. Laporan Nina Muhammad dengan bukti yang jelas melanggar Undang-Undang ITE seharusnya diproses lebih lanjut oleh penyidik, malah dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti, dan justeru menerima laporan oknum pelapor yang jelas-jelas tidak memenuhi unsur, hingga dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Manado," jelas Maya Rumantir.

Senator yang mantan penyanyi nasional itu sangat menyayangkan laporan pencemaran nama baik yang disampaikan Nina Muhammad di Polresta Manado dan Polda Sulut dihentikan dengan diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Atas perlakuan para oknum polisi di Polda Sulut dan Polresta Manado itu, Nina Muhammad mengespresikan suasana hatinya dengan postingan di akun Facebooknya.

“Jadi menurut saya, polisi sebenarnya tidak memiliki dasar yang kuat untuk menjerat Nina Muhammad. Jadi ini menurut saya cacat hukum, sehingga Nina Muhammad layak untuk mendapatkan kebebasan dan pemulihan nama baik. Sebaliknya, saya mendorong pihak kepolisian untuk mengungkap aktor di balik kriminalsiasi Nina Muhamad yang secara jelas melakukan pelanggaran Undang-Undang ITE,” ujar Maya Rumantir tegas. 

(APL/Red) JP

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Berita Ter-Update

Zionis Israel 'Tegar Tengkuk' Membunuh Tiga Jurnalis, HR&D ASWIN Desak ICC, DK PBB Dan ICJ Berikan Sangsi Tegas : 'Netanyahu Kadal Buntung!'

JAKARTA ( INDONESIA ), JAYAKARTA POS - Head of Research and Development Division of the Central Executive Board of the International Jour...

Berita Terkini

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Postingan Populer

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS