Kamis, 09 September 2021

BKKBN Kabupaten Ciamis Sosialisasikan Program Kependudukan Dan Keluarga Berencana Dimasa Pandemi



CIAMIS, JP - Sosialisasi Program BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Dalam masa pandemi Hal itu dikatakan Dian Budiana Kepala BKKBN Kabupaten Ciamis saat Ditemui Jayakarta Pos di Panumbangan, (9/9/2021).

"Dalam sosialisasi dan Evaluasi kependudukan sampai ke tingkat bawah di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Panjalu, Panumbangan dan Sukamantri, merupakan program pemerintah pusat yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda," kata Dian Budiana.

Lanjutnya,"Guna mencetak remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan karena remaja merupakan kelompok yang memiliki andil besar dalam melanjutkan estafet pembangunan, oleh sebab itu remaja harus memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik sebagai pemimpin di masa depan,"jelas Kepala BKKBN.

"Program yang dikembangkan oleh BKKBN dengan kelompok sasaran program, yaitu, remaja yang berusia 10-24 tahun tapi belum menikah mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah juga keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap kehidupan para remaja," ungkapnya.

"Adapun tujuan dari program BKKBN adalah untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi para remaja dalam hal, Jenjang pendidikan yang terencana. Berkarir dalam pekerjaan yang terencana. Menikah dengan penuh perencanaan sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi sehat,"sambungnya.

"Untuk di Kabupaten Ciamis sendiri," kata Dian Budiana,"Pihaknya melakukan langkah-langkah seperti sosialisasi dan edukasi sampai ke pelosok desa yang ada di Kabupaten Ciamis."

"Ada program PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) yang disosialisasikan oleh UPT P5A, Tenaga Penggerak Desa dan Pos KB Desa/ Sub Pos KB Desa,"terangnya .

Terakhir Dian Terus mengajak ke para Kader di bawah agar terus mencatat dan mendata para generasi terutama untuk anak anak untuk Mendapatkan Vaksinasi. 

"Soalnya ini Program Pusat," tandas Kepala BKKBN Kabupaten Ciamis, Dian Budiana mengakhiri wawancara dengan Jayakarta Pos, 

(Lili Romli) JP

Perduli Lingkungan, Bunga Ayu Sea Side Resort Bersama Penggiat Lingkungan Tebar Benih Ikan Nila di Sungai Cikaso



SUKABUMI, JP - Kegiatan Peduli Lingkungan dengan melakukan Pengembangan ikan Nila secara alami di alam bebas menjadi target prioritas masyarakat setempat. Dengan menggandeng pihak Hotel Bunga Ayu Sea Side Resort yang dinilai masyarakat wilayah tersebut sangat Perduli dengan Lingkungan, bertempat di Leuwi Bolang Kaleang, sungai Cikaso Jampang, Kabupaten Sukabumi, pada (08/09/2021).

Hadir dalam kegiatan menebar bibit ikan Nila tersebut, Oke selaku Penggiat masyarakat Peduli Lingkungan beserta Tim, Bastian selaku Direktur Hotel Bunga Ayu Sea Side Resort besrta Tim, serta para tokoh masyarakat dan warga sekitar lokasi tersebut.

Kepada Awak Media Oke mengatakan, bahwa,"Pelabuhan ratu di Kabupaten Sukabumi merupakan Kota Wisata yang terkenal dengan GURILAPSnya (Gunung, Rimba, Laut dan Sungai) dimana implementasi aktifitasnya cenderung sangat mengandalkan pesona alam yang harus senantiasa dijaga kebersihan dan keseimbangan alamnya, untuk itu kami berpesan pada masyarakat agar para warga tidak menjaring dan meracuni serta tidak menggunakan setrum didalam melakukan penangkapan ikan," ungkapnya.

"Alhamdulillah bibit yang dibawa semua dalam keadaan segar dan baru, dimana sasaran kita tebarkan yaitu di wisata Leuwi Bolang tepatnya dan saya yakin delapan puluh persen ini yakin akan hidup disini, ini dari Hotel Bunga Ayu Pelabuhan Ratu, Opung sendiri (Bastian-Red) sudah menyerahkan kepada saya dan pesannya,'ini adalah untuk belas kasihan lingkungan demi meningkatkan habitat lingkungan di Sungai Das Leuwi Bolang ini',"tandas Oke.

Sementara Direktur Hotel Bunga Ayu Sea Side Resort mengatakan," Menjaga sungai dengan berbagai biotanya agar tidak hanya memberikan sumber air bersih bagi masyarakat, tapi juga jadi sumber kehidupan atau mencari nafkah. Baik dari menangkap ikan juga berbagai kegiatan wisata seperti arung jeram, tubing atau memancing. Menyadari hal ini Bunga Ayu Sea Side Resort ingin turut serta dalam melestarikan biota sungai di sungai Cikaso Kaleang Jampang dengan menebar bibit ikan Nila,"kata Bastian.


Lebih lanjut Bastian menjelaskan bahwa,"Kegiatan ini diharapkan dapat memicu berbagai kegiatan wisata di kabupaten Sukabumi baik itu berupa kegiatan yang sama yang dilakukan oleh para wisatawan yang turut peduli pada kondisi sungai di Kab Sukabumi ataupun dapat digalakkan sebagai kegiatan memancing,"jelasnya.

"Penebaran ikan juga diharapkan dapat memicu masyarakat setempat sekitar aliran sungai Cikasi untuk turut menjaga kebersihan dan kelestarian sungai Cikaso demi menjaga ikan yang sudah ditebar, agar dikemudian hari dapat menopang kehiduoan sehari hari mauoun kegiatan wisata,"kata Bastian berharap.

"Mudah2an kegiatan semacam ini dapat ditiru diberbagai daerah sehingga kehidupan kita dijauhkan dari bencana alam," pungkas Direktur Hotel Bunga Ayu Sea Side Resort, Bastian.

(Joggie) JP




Sijago Merah Lalap Habis Lapas Kelas 1 Tanggerang di Jalan Veteran No 2, Provinsi Banten


TANGGERANG, JP - Sijago merah melalap habis Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanggerang, yang berlokasi di Jalan Veteran No 2, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten pada sekitar pukul 01:45 WIB,  Rabu (8/9/2021) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut diperkirakan Sebanyak 41(empat puluh satu) orang tewas, 73 (tujuh puluh tiga) napi luka-luka dan 8 (delapan) diantaranya mengalami luka berat.

Kebakaran diduga terjadi berawal dari salah satu blok di dalam lapas tersebut, terhubung dengan kejadian tersebut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran terlihat langsung meninjau lokasi kebakaran tersebut.

"Iya benar tadi sekitar pukul 01.45 WIB ada kebakaran di dalam Lapas Kelas I Tangerang yang terjadi di blok C2. Dan akibat kejadian tersebut ada korban luka dan meninggal. Korban meninggalnya berjumlah 41 orang dan puluhan lainnya luka-luka," ungkap Kapolda Metro Jaya.

Kendati belum sepenuhnya dapat menjelaskan lebih detil terkait peristiwa tersebut namun berdasarkan keterangan dan penyidikan awal, kebakaran tersebut terjadi dikarenakan konsleting listrik sebagai penyebabnya.

"Kebakaran dugaan awalnya terjadi karena konsleting listrik. Dan kebakaran itu terjadi selama kurang lebih 2 jam dan sekarang sudah bisa diatasi oleh petugas damkar dan petugas dari Dirjen Pas dan juga kepolisian," lanjutnya.


Terkait mengenai kondisi situasi Lapas Kapolda memastikan bahwa kondisi lapas saat ini sudah mulai aman dan terkendali serta telah kondusif.

"Saat ini kondisi sudah terkendali, warga binaan yang selamat di blok tersebut sudah dipindahkan sementara, sedangkan yang luka-luka sudah di bawa ke RS Sitanala dan RSU Kabupaten Tangerang demikian juga dengan yang meninggal semuanya sudah dievakuasi," pungkas Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran .

(Tof) JP

Selasa, 07 September 2021

TPNPB-OPM Keluarkan Pernyataan Keras Terkait Pemerintah Indonesia Gelar 'Operasi Militer' di Papua



PAPUA, JP - Tentara Pembebsasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali mengeluarkan pernyataan terbarunya tentang Operasi Militer yang dilakukan Pemerintah Indonesia di Papua, terkait penyerangan Posranmil Kisor yang menyebabkan 4 (empat) personil prajurit TNI meregang nyawa di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat pada kamis (02/09/2021) dini hari lalu. 

Menyangkut akan Operasi Militer yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia tersebut maka pihak TPNPB-OPMpun bereaksi keras dengan mengeluarkan pernyataan tegas termasuk menentukan sikap serta peringatan dan himbauan pada Pemerintah Indonesia,(06/09/2021).

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, melalui Video berdurasi 02:14 Detik yang di unggahnya pada (06/09/2021) tersebut Sebby Sambom mengatakan," Saya Sebby Sambom juru bicara TPNPB-OPM, atas nama Panglima kami dari Medali Management Markas Komnas DPP OPM mengeluarkan pernyataan tegas pada Pemerintah Indonesia..dimana aparat Pemerintah Indonesia telah melakukan Operasi Militer yang masif di Sorong Selatan, di Maybrat, setelah Pasukan DPP-OPM menyerang dan membunuh 4(empat) Prajurit TNI..oleh karena itu kami menyampaikan dengan tegas kepada Pemerintah Indonesia di bawah Pimpinan Presiden Joko Widodo..agar segera hentikan Operasi Militer dan kami duduk di meja perundingan,"tegasnya.

Lanjut Juru Bicara TPNPB-OPM,"Karena Perang Pembebasan Papua Barat yang di lakukan oleh TPNPB tidak akan berhenti sampai disini..Perang akan berlanjut terus sampai Papua Merdeka penuh dan Perang akan berhenti," tandas Sebby Sambom.

Juru Bicara TPNPB-OPM mengungkapkan," Dan kami menerima laporan mulai tanggal 4(empat), masyarakat di wilayah Maybrat itu semua mengungsi di hutan-hutan..ada banyak kampung yang mengungsi di hutan-hutan..oleh karena itu kami minta perhatian oleh semua pihak baik Pekerjaan, Gereja, Tokoh masyarakat, Masyarakat Internasional juga PBB karena Indonesia selalu melakukan Operasi Militer dengan Brutal dan Bengis, masyarakat sipil menjadi korban..penangkapan sewenang-wenang, pembunuhan di luar prosedur hukum, ini sedang terjadi...akan terjadi"ungkapnya.

"Oleh karena itu..Presiden Joko Widodo sekali lagi kami ingatkan untuk anda membuka diri, kita runding di meja perundingan untuk bicarakan masalah status hak politik Bangsa Papua Barat di bawah pengawasan PBB..terima kasih atas perhatian anda," Pungkas Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menutup pernyataannya.

TPNPB-OPM Bertanggung Jawab Terhadap Pembunuhan 4 Anggota TNI


Sebagaimana di ketahui sebelumnya bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) mengakui bertanggung jawab terhadap penyerangan Pos Koramil persiapan di kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Kamis, 2 September 2021 dini hari.

Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut penyerangan itu dilakukan sebagai bentuk perang terhadap aparat keamanan Indonesia.

"Panglima komando daerah 4 TPNPB-OPM wilayah Sorong Raya bertanggung jawab atas penyerangan dan pembunuhan empat anggota TNI di kampung Kisor," ujar Sebby, lewat pesan suara pada Kamis, 2 September 2021.

Dalam rekaman suara berdurasi 1 menit lebih itu, Sebby menegaskan agar Pemerintah bersama aparat TNI - Polri tidak mengejar dan menyisir wilayah permukiman masyarakat. 

"Kami sarankan aparat TNI-Polri tidak melakukan penyisiran di lingkungan masyarakat sipil, tapi carilah kami di markas, kami siap meski tidak bersenjata," kata Sebby Sambom.

Dia juga mengatakan penyerangan ini sebagai bentuk peringatan kepada Pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo untuk segera membuka ruang perundingan dengan TPNPB-0PM. "Sepanjang tak ada niat berunding dengan kami, maka TPNPB-OPM akan terus menyatakan perang terhadap aparat TNI-POLRI di seluruh tanah Papua," tukas Sebby Sambom.

(Red) JP

Senin, 06 September 2021

Pangdam XVIII/Kasuari Bersama Kapolda, Gubernur Papua Barat Dan Bupati Maybrat Kunjungi Lokasi Penyerangan Posramil Oleh KST di Kab.Maybrat


PAPUA BARAT, JP -Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa,  didampingi Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dan Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Dr. Tomagogo  Sihombing, melaksanakan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan Posramil Kisor yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) yang menyebabkan 4 orang prajurit anggota Posramil Kisor meninggal dunia, Sabtu (4/9/2021).

Dimana kedatangan Pangdam XVIII/Kasuari dan rombongan disambut oleh Kabinda Papua Barat Brigjen TNI Vincentius Setiawan Bayu, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Indra Heri, Bupati Kabupaten Maybrat Dr. Bernard Sagrim, M.M, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Ferdinando Solosa, S.E, Kasi Intel Kasrem Kolonel Arm Donny Indiawan, Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Harry Ismail, Kaposda Bin Kota Sorong Letkol Inf Heri Morin Kapolres Sorong Selatan AKBP Choiruddin Wahid, Asisten II Bidang Pembangunan Kabupaten Maybrat Angelbertus Turod., bertempat di Bandara Kambuaya Distrik Ayamaru Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat.

Selanjutnya Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, beserta rombongan menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan Posramil Kisor di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat untuk meninjau lokasi Posramil Kisor. Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mendapat penjelasan dari Komandan Korem 181/PVT Brigjen TNI Indra Heri tentang kronologis penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) yang menyebabkan 4 orang prajurit anggota Posramil Kisor meninggal dunia.

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, dalam keterangannya mengatakan bahwa,"Pertama-tama saya atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat mengucapkan turut berbela sungkawa atas gugurnya 4 orang prajurit terbaik bangsa Posramil Kisor atas penyerangan yang dilakukan oleh kelompok orang yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

Lanjut Gubernur,"Berikut diketahui bahwa saat ini kampung Kisor dalam keadaan kosong karena masyarakatnya merasa ketakutan karena merasa trauma dengan kejadian ini, untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat untuk kembali ke kampung, karena Bapak Pangdam XVIII/Kasuari dan Bapak Kapolda Papua Barat akan menjamin keamanan bagi masyarakat untuk beraktivitas sebagaimana biasa dan juga diharapkan kepada masyarakat apabila mengetahui saudara-saudara yang terlibat dan melakukan penyerangan Posramil agar mengajak untuk menyerahkan diri kepada aparat keamanan,"jelasnya.

"Kalau ada ketidak puasan terhadap Pemerintah Daerah dalam segi pembangunan disegala bidang, mari sampaikan sesuai jalur yang ada atau melalui Tokoh-tokoh yang ada biar disampaikan, sehingga ini menjadi catatan penting bagi pemerintah Pusat, Provinsi dan juga Kabupaten Maybrat, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dengan ketidak puasan kinerja Pemerintah dalam pembangunan yang ada, akan dibicarakan dan diselesaikan dalam arti akan dibangun," himbau Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan menutup penyampaiannya.

Sementara Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, dalam keterangannya mengatakan bahwa," Bersama Gubernur, Kapolda Papua Barat sengaja kami datang kemari yang pertama tujuannya adalah untuk mengecek langsung situasi dan kondisi di kampung Kisor ini secara khusus Posramil," ujarnya.

"Kemudian yang kedua," kata Pangdam,"Untuk memberikan moril buat prajurit yang bertugas di pedalaman-pedalaman, pelosok-pelosok agar tetap tegar, semangat dalam melaksanakan tugas  pengabdian kepada Negara dan bangsa." 

"Kemudian yang ketiga," lanjut Pangdam,"Juga memberikan jaminan kepada masyarakat kita, karna keselamatan masyarakat ini adalah hukum yang tertinggi. Jadi saya selaku Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda dan Gubernur kita harus jaga, harus selamatkan masyarakat dari ancaman-ancaman, teror yang terjadi seperti kejadian beberapa hari lalu."

Lanjut Pangdam,"Seperti yang sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur, kita semuanya menghimbau agar masyarakat tetap tenang, serta mengajak masyarakat yang mungkin sampai hari ini masih merasa ketakutan, saya selaku Pangdam akan memberikan jaminan keselamatan kepada masyarakat kita dan kita akan jaga. Kita juga akan melaksanakan penebalan di sini untuk memperkuat pos-pos kita, dengan bersinergi dengan rekan-rekan dari Kepolisian sehingga masyarakat dapat bekerja dengan aman," ucapnya.

"Kemudian yang terakhir,"kata Pangdam,"Kita akan kejar terus pelaku-pelaku ini, mereka harus bertanggung jawab terhadap perlakuannya yang biadab, yang tidak berperi kemanusiaan, karena para prajurit yang bertugas disini, tidak pernah menyakiti rakyat. Mereka sangat dekat sekali dengan masyarakat, mereka melakukan pembangunan, apa yang menjadi permintaan masyarakat dibantu semuanya, tetapi ternyata ada oknum-oknum di luar sini yang tidak senang melihat bagaimana situasi damai masyarakat kita di kampung Kisor ini dan menghambat pembangunan Pemerintah. Untuk itu tetap kita kejar, kita akan tangkap dan diminta pertanggung jawaban, tetapi kalau mereka sadar untuk kembali kita akan terima juga," ungkap Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menutup penyampaiannya.

Sementara Kapolda Papua Barat Irjen Pol.Tomagogo Sihombing, dalam penyampaiannya mengatakan bahwa "Keberadaan kami di TKP ini adalah untuk betul-betul memastikan penanganan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian yang juga bersinergi dengan aparat TNI dalam hal ini Kodam XVIII/Kasuari, Korem 181/PVT untuk melalukan pengungkapan kasus ini apakah sudah berjalan dengan baik, proses penyidikan dan penyelidikan,"tegasnya.

"Saya tadi meninjau langsung ke TKP, untuk memastikan bahwa TKP ini akan bersuara, akan membuktikan apa yang terjadi. Dari pembuktian-pembuktian yang kami kumpulkan itu, itu yang akan kita sampaikan kepada public bahwa telah terjadi kasus penyerangan yang berakibat meninggalnya angota-anggota terbaik bangsa dari Posramil ini, sehingga Polres dalam hal ini penyidik sudah melakukan sesuatu proses penyidikan yang sudah sesuai dengan kriteria,"imbuhnya.

"Saya pastikan bahwa kasus ini terjadi dengan kasus perencanaan pembunuhan yang berakibat matinya orang lain. Rencana pembunuhan ini juga berdampak kepada situasi yang terjadi di wilayah kampung Kisor ini, dan wilayah Papua Barat pada umumnya. Jadi saya pastikan mereka semua akan diungkap dimana 1 orang yang sudah dipastikan sebagai pelaku dan sudah dikembangkan dan sudah kami kantongi nama-nama pelaku lainya. Saat ini satu orang pelaku sudah di tahan di Polres Sorong Selatan karna ini merupakan wilayah hukum Polres Sorong Selatan," pungkas Kapolda Papua Barat Irjen Pol.Tomagogo Sihombing.

Seanjutnya Bupati Maybrat, Bernard Sagrim, mengatakan bahwa," Yang pertama atas nama Pimpinan Daerah dan sebagai orang tua di Kabupaten Maybrat, saya beserta semua pemangku kepentingan dan seluruh warga masyarakat menyampaikan turut prihati dan berduka atas gugurnya 4 orang prajurit TNI di Kabupaten Maybrat dalam hal ini di kampong Kisor sebagaimana TKP yang  ditinjau langsung oleh Bapak Gubernur, Bapa Pangdam dan Bapak Kapolda pada hari ini.Tentunya dengan kunjungan tersebut situasi seperti ini baru terjadi dalam ratusan tahun di kehidupan kami orang Ayamaru raya, Aitinyo raya dan Aifat raya," ucapnya.

"Pembantaian sesadis ini tidak pernah ada dalam sejarah kami dan walaupun kami adakan perang lokal tapi tidak sesadis ini, siapapun orang beragama atau agama apapun, atau orang yang tidak beragama atau hewan apapun tidak pernah melakukan tindakan sesadis ini. Oleh karena itu saya atas nama warga masyarakat, pemerintah Kabupaten Maybrat saya memohon maaf kepada petinggi TNI, Bapak Panglima TNI, Kasad, Pangdam dan jajarannya atas perbuatan yang dilakukan oleh oknum warga masyarakat saya.Sayapun tidak tau dan kami serahkan kepada Bapak Kapolda untuk mengetahui siapa dan dari kelompok mana yang melakukan perbuatan ini. Bagi saya kami tidak pernah melakukan hal seperti itu dalam sejarah peradaban kami di Kabupaten Maybrat yang dulunya disebut A3,"papar Bupati Maybrat. 

"Saya menghimbau bahwa kejadian ini adalah yang pertama dan yang terakhir di wilayah kami dan pada umumnya di wilayah hukum Provinsi Papua Barat seperti yang disampaikan oleh Bapak Gubernur. Ini mungkin pernyataan saya dan proses selanjutnya kami serahkan kepada Bapak Kapolda dan jajaran untuk mengungkap siapa dibalik kejadian ini dan  Yang terakhir saya berterima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur,  Bapak Pangdam dan Bapak Kapolda dengan rombongan untuk datang dan hadir guna memberikan penguatan kepada masyarakat kami pada hari ini dan juga memberikan beberapa solusi termasuk menghimbau kepada warga masyarakat supaya kembali karena Tentara dan Polisi masuk kesini bukan untuk menakuti tapi untuk memastikan kehadiran Pemerintah untuk melindungi warga masyarakat yang ada di kabupaten maybrat provinsi papua barat ini,"tandas bupati maybrat Bernard Sagrim.

(Dbl) JP

Minggu, 05 September 2021

Puncak Latihan, Prajurit Kodam XII/Tanjungpura Tunjukkan Militansi Dan Kemampuan Tempur di Puslatpur Kodiklatad, Martapura


SUMATERA SELATAN, JP - Para Prajurit Kodam XII/Tanjungpura menunjukkan militansi dan kemampuan tempurnya pada latihan puncak Batalyon Tim Pertempuran (YTP) Yonif Raider 641/Beruang, dilaksanakan hari ini di daerah latihan Puslatpur Kodiklatad, Martapura, Oku Timur, Sumatera Selatan, Sabtu (04/09/2021).

Latihan Operasi Militer Perang kali ini diikuti sebanyak 772 prajurit dari satuan jajaran Kodam XII/Tpr. Latihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit dari Satpur, Satbanpur dan Satbanmin dalam melaksanakan prosedur pertempuran secara terintegrasi antar kecabangan dalam menghadapi ancaman musuh.

Masing-masing satuan kecabangan yang tergabung dalam YTP Yonif R 641/Bru melakukan manuver seperti penembakan senjata mesin berat (SMB) dan Mortir 81, manuver kendaraan tempur Tank serta penembakan jarak jauh menggunakan meriam 155 KH-179.

Latihan ditinjau langsung Wakasad, Letjen TNI Bakti Agus Fadjari. Turut serta hadir dalam peninjauan, Dankodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos, Aslat Kasad, Mayjen TN Harianto, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Danpuslatpur Kodiklatad, Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus, M.Sc., Kasdam II/Swj, Wadanpusenkav, Ir Pussenarmed dan Ir Pussenif.

Wakasad, Letjen TNI Bakti Agus Fadjari saat memberikan pengarahan, menekankan kepada seluruh peserta latihan untuk dapat mengambil manfaat dari latihan guna meningkatkan profesionalisme prajurit.

"Dari latihan ini ambil semuanya, kemudian kuasai, dalami dan kembangkan di satuan. Kuasai semua yang telah dilakukan di daerah latihan ini," tegasnya.

Wakasad mengatakan, latihan YTP Yonif R 641/Bru sejalan dengan visi dari negara. Presiden mencanangkan tentang peningkatan kualitas SDM. Salah satunya adalah dengan latihan. 

"Apa yang kita lakukan tidak hanya sekedar program Angkatan Darat tapi bagian dari mendukung program negara," katanya.


Dankodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos, menilai bahwa latihan kali ini merupakan latihan tingkat Batalayon yang pernah diikutinya. Dankodiklat berharap menjadi pengalaman sangat baik dan luar biasa untuk prajurit. Selain itu juga menjadi hal positif untuk jajaran Kodam XII/Tpr.

"Ini satu keberhasilan untuk Kodam XII/Tpr. Terimakasih atas dukungan sangat luar biasa semua berjalan dengan baik dan lancar," ucap Dankodiklatad.

Sedangkan Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengucapkan terimakasih kepada Kasad yang telah memberikan kepercayaan untuk melaksanakan latihan.

Kegiatan ini sangat membantu Kodam XII/Tpr terutama di bidang pembinaan dan penggunaan kekuatan. Sehingga saat ini kami memiliki referensi yang terbaik, dan akan kita buatkan program sebagai sejarah satuan juga," ucap Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

(Dbl) JP

Polres Metro Jakarta-Barat Ungkap Pabrik Sabu di Perum Mewah, Taman Candana Golf, Tanggerang



JAKARTA, JP - Pengungkapan pabrik sabu di perumahan mewah, Taman Cendana Golf, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten yang melibatkan jaringan narkoba internasional pada Rabu, 1/9 /2021 kemaren. 

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat akan menggandeng Drugs Enforcemnet Agency (DEA) untuk membongkar perlintasan jaringan narkoba tersebut.

" Kita akan bekerjasama dengan DEA karena ini merupakan jaringan narkoba internasional, " ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo saat dikonfirmasi, Sabtu, 4/9/2021.

Ady menjelaskan dalam pengungkapan pabrik sabu ini para tersangka merupakan warga negara asing (WNA) asal iran. Pelaku memperoleh bahan baku ini dari luar negeri dan memprosesnya kembali di Indonesia
"Jadi ini merupakan sindikat narkoba jaringan internasional asal iran " kata ady.

Sementara dalam kesempatan yang sama Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setiyo menjelaskan dari Pengungkapan pabrik narkoba ini melibatkan pelaku dari warga negara asing (WNA) asal iran.

" Pelaku dari iran dan bahan baku dikirim dari luar negeri oleh karena itu kami akan berkolaborasi dengan (DEA) " ujarnya.

Pihaknya bekerja sama dengan Drugs Enforcemnet Agency (DEA) untuk menelusuri pola sistem jaringan internasional.

" Kami akan telusuri dan pelajari bagaimana pola dan sistem mereka (pelaku) bisa lolos sampai ke Indonesia bahan baku ini  " ujar danang.

Sebelumnya Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan 2 orang pelaku terkait pengungkapan pabrik narkoba di komplek perumahan mewah di karawaci Tangerang pada rabu, 1/9/2021.

pengungkapan clandestein laboratorium di rumah mewah tersebut merupakan sindikat jaringan narkoba asal Timur Tengah (Iran).

"Kedua Pelaku yang diamankan merupakan warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah ( Iran )," ujar Kombes pol Ady Wibowo, Kamis, 2/9/2021.

(AM) JP


JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Berita Ter-Update

Zionis Israel 'Tegar Tengkuk' Membunuh Tiga Jurnalis, HR&D ASWIN Desak ICC, DK PBB Dan ICJ Berikan Sangsi Tegas : 'Netanyahu Kadal Buntung!'

JAKARTA ( INDONESIA ), JAYAKARTA POS - Head of Research and Development Division of the Central Executive Board of the International Jour...

Berita Terkini

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Postingan Populer

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS