Senin, 05 Juli 2021

Kunker Kasrem ke-Lokasi TMMD Wilayah Kodim 0730/Gunungkidul di Desa Pringombo Kapanewon Rongkop



GUNUNG KIDUL, JP - Kepala Staf Korem 072/Pamungkas Kolonel Inf Afianto beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 di wilayah Kodim 0730/Gunungkidul yang bertempat di Desa Pringombo Kapanewon Rongkop Kabupaten Gunungkidul, di sambut oleh Komandan Kodim 0730/ Gunungkidul Letkol Kav Anton Wahyudo, Kapanewon Rongkop  Agung Danuarta, Danramil 09/Rongkop Kapten Inf Joko Santoso, Pasiter Kodim Kodim 0730/Gunungkidul Kapten Czi Yunus, Kapolsek Rongkop AKP Edi Ganefo Senin (5/7/2021).

Turut serta dalam rombongan Kasi Teritorial Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiyono dan Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas Mayor Czi Agus Sriyanta. Kedatangan Kasrem 072/Pamungkas beserta rombongan guna melihat secara langsung sejauh mana pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 di wilayah Kodim 0730/Gunungkidul.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 merupakan program rutin di bidang territorial yang bertujuan untuk membantu percepatan pemerataan kesejahteraan masyarakat . Adapun sasaran TMMD  Sengkuyung Tahap II dibagi menjadi dua yaitu sasaran fisik dan non fisik. Adapun sasaran fisik berupa pengecoran jalan sepanjang 1.300 m dan pembuatan talud sepanjang 229 m, sedangkan sasaran non fisik berupa Wawasan kebangsaan, Sosialisasi bahaya narkoba dan Vaksinasi.

“Pengecoran jalan ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat sejak lama karena jalan yang menghubungkan tiga desa ini, dengan dilaksanakan pengecoran dan pembuatan talud dapat dilalui kendaraan roda empat yang semula hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, sehingga sangat terasa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di desa Pringombo”  Kata Kasrem 072/Pmk Kolonel Inf Afianto.

“Semoga dengan adanya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 di desa Pringombo ini dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak” Pungkas Kasrem 072/Pamungkas. 

(Tugiyono) JP

Sumber : Penrem 072/Pmk

TNI Bersama Warga Terus Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Panen Singkong di Kab,Sorong



PAPUA BARAT, JP – Masa pandemi Babinsa Koramil 1802-03/Salawati Serma Suparmin bersama masyarakat binaan terus meningkatkan ketahanan pangan melalui panen singkong, bertempat di Kampung Walal, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat pada Senin (05/07/2021).

Seperti kita alami sekarang bahwa pandemi covid – 19 masih terus mendampingi hidup kita, kita bisa melawan berbagai cara seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

“Tidak terlepas dari pandemi, semua berhimbas dalam kehidupan kita upaya dalam menjaga ketahanan pangan ini kita harap para petani terus termotivasi untuk menggapai panennya” Kata Babinsa Serma Suparmin Kodim 1802/Sorong.

Lanjut Serma Suparmin dengan cara mendampingi petani warga kampung binaan yakin membantu petani agar tanaman singkong mereka dapat tumbuh dengan subur seperti saat kita panen saat ini.
 
”Dengan melakukan perawatan secara terus-menerus harapannya tanaman tanaman akan berkembang dengan baik sehingga menghasilkan panen singkong saat yang berkualitas sesuai dengan harapan.”ungkapnya.

Bapak Suparno pemilik kebun mengatakan “kami disini sangat bersyukur dengan ada Bapak Babinsa Koramil 1802-03/Salawati yang terus memperhatikan petani. Bapak Babinsa datang memberikan motivasi hingga membawakan pupuk dan obat – obat untuk membasmi hama. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Babinsa saat ini kami bisa panen singkong yang subur dan besar besar,” jelasnya.

(Sbk) JP

Gubernur Jateng Lakukan Sidak Kedua Pada Kesiapan Depo-depo Oksigen di Kabupaten Demak



DEMAK, JP – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak ke dua depo oksigen di Kabupaten Demak, Senin (5/7/2021). Selain memastikan pasokan aman, Ganjar juga memastikan tak ada kenaikan di tengah kondisi krisis saat ini.

Dua depo yang dicek Ganjar yakni PT Candi Mitra Gas di Jl Semarang-Demak KM 12.5, dan PT Tira Austenite di Kawasan Industri Banjardowo Semarang. Di dua lokasi itu, Ganjar melihat proses pengisian ribuan botol oksigen untuk memenuhi pesanan rumah sakit.

“Hari ini saya cek depo oksigen untuk memastikan suplainya ada. Sekaligus saya ingin mengoordinasikan depo-depo ini, agar ke depan tidak ada yang kesulitan,” kata gubernur.

Ganjar mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk Satgas Oksigen untuk mengatasi persoalan kebutuhan oksigen rumah sakit di Jateng. Satgas ditugaskan untuk memperbaiki SOP mulai rumah sakit sampai distributor.

“Jadi Satgas saya minta data, ada berapa deponya, pabriknya dari mana, kapasitas berapa, dan lainnya. Termasuk manajemen botol dan tabung di rumah sakit yang harus diperbaiki. Setelah habis, langsung ditaruh di depan untuk diangkut dan diisi ulang. Jadi jangan sampai ada yang kekurangan,” jelasnya.

Ganjar juga meminta seluruh suplier oksigen tidak mengedepankan ego masing-masing. Selama kondisi darurat ini, tabung-tabung yang kosong diharapkan bisa diisi oleh siapapun, tidak harus oleh suplier pemilik tabung.

“Jadi saya minta suplier tidak egois, botol yang kosong saya minta diizinkan diisi oleh suplier siapa pun, sehingga jangan sampai ada yang kekurangan. Satgas saya minta mengkoordinasikan itu dan dibuat MoU-nya. Nanti kami buatkan sistemnya agar semua lancar,” ucapnya.

Selain memastikan suplai oksigen di depo-depo tersebut, Ganjar juga mengecek harga oksigen. Sebab sebelumnya, ada yang mengatakan harga oksigen di Jateng sangat mahal, dan naik berkali lipat selama pandemi.

“Dari dua depo yang saya datangi, harganya ndak naik. Mungkin itu yang naik botol-botol yang sudah ada di apotek dan untuk kepentingan pribadi. Mungkin ya. Tapi hari ini saya sudah cek dua vendor, tidak ada yang naik,” pungkasnya.

Pemilik PT Candi Mitra Gas, Doni mengatakan, harga oksigen di tempatnya normal Rp45.000 per tabung ukuran besar, dan Rp30.000 untuk tabung ukuran kecil.

Ndak ada kenaikan, harganya normal. Yang naik itu permintaan, karena biasanya sehari kami produksi 500 meter kubik, tapi sekarang bisa 1.000 meter kubik per hari,” katanya.

Hal senada disampaikan pemilik PT Tira, Yohana. Dia mengatakan, tidak ada kenaikan harga oksigen di tempatnya meski permintaan meningkat.

“Harganya tetap, dari dulu kami jual Rp55.000 untuk tabung enam meter kubik dan Rp33.000 untuk tabung satu meter kubik. Saya ndak naikin harga, meskipun permintaan naik dari awalnya per hari 200 meter kubik, sekarang bisa 1.000-1.500 meter kubik per hari,” ucap Yohana.

(Rit) JP

Jumat, 02 Juli 2021

Presiden Jokowi Berlakukan PPKM Darurat Khusus di Pulau Jawa dan Bali, Mulai Tanggal 3 Juli Sampai 20 Juli 2021


JAKARTA, JP - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Saat menyampaikan keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 1 Juli 2021, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa PPKM Darurat akan diberlakukan khusus di Pulau Jawa dan Bali.

"Setelah mendapatkan banyak masukan dari para menteri, para ahli kesehatan, dan juga para kepala daerah, saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali," ujar Presiden sebagaimana ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, langkah tegas tersebut diambil pemerintah dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 di Tanah Air yang berkembang sangat cepat. Presiden juga menyebut varian baru Covid-19 menjadi persoalan serius tidak hanya di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyatakan telah menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk menjelaskan kepada publik mengenai pengaturan PPKM Darurat ini.

"PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku," ujar Presiden.

Kepala Negara pun meminta masyarakat untuk lebih disiplin mematuhi pengaturan PPKM Darurat agar penyebaran Covid-19 di Tanah Air dapat segera diatasi.

"Pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid. Seluruh aparat negara, TNI-Polri, maupun aparatur sipil negara, dokter, dan tenaga kesehatan harus bahu-membahu bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini," ucap Presiden.

Presiden Jokowi meyakini penyebaran Covid-19 di Indonesia dapat segera ditekan dengan kerja sama yang baik dari seluruh rakyat Indonesia. Ia pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan waspada serta mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19.

"Dengan kerja sama yang baik dari kita semua dan atas rida Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, saya yakin kita bisa menekan penyebaran Covid-19 dan memulihkan kehidupan masyarakat secara cepat," ucap Presiden.

(Red) JP

Sumber : Biro Pers,Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Tokoh Adat Papua, Simion Ohee Tegaskan Perayaan 1 Juli Bukan HUT Papua Merdeka



PAPUA, JP - Tokoh Adat Sentani sekaligus Ketua Barisan Merah Putih Kabupaten Jayapura, Simion Ohee menyampaikan imbauan kepada warga Papua khususnya di Kota dan Kabupaten Jayapura untuk menjaga Kantibmas dan tidak terprovokasi aksi kelompok berlawanan idiologi, terkait perayaan 1 Juli oleh Kelompok Teroris TPN-OPM,(1/7/2021).

Simion Ohee juga menolak dengan tegas perayaan 1 Juli oleh Kelompok Teroris TPN-OPM sebagai Hari Kemerdekaan Papua, karena Papua adalah NKRI sampai kapan pun.
 
"Kami menolak dengan tegas perayaan 1 Juli oleh TPN-OPM, karena Papua adalah NKRI sampai kapan pun. Tidak ada 1 Juli sebagai HUT Papua Merdeka, itu penyesatan, Papua tetap NKRI," tegas Simion Ohee, Rabu (30/6/2021).

Dia mengaku berkomitmen untuk tetap menjaga dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Papua.

"Merah Putih harus tetap berkibar di Papua, tidak ada bendera lain. Aparat harus tegas menindak kelompok-kelompok berlainan idiologi, mau yang berjuang di hutan maupun yang elite politiknya. Papua itu NKRI, tidak ada lain," tegasnya kembali.
 
Diketahui, kelompok teroris TPN-OPM dan kelompok berafiliasi 1 Juli diperingati sebagai Hari Papua Merdeka. Oleh karena itu, aparat keamanan di Papua menyebut 1 Juli sebagai kalender Kamtibmas yang memerlukan pengamanan ekstra.

(Red) JP

Kamis, 01 Juli 2021

Panglima TNI Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-75 Pada Kapolri di Rumah Dinas Kapolri, Jakarta-Selatan



JAKARTA, JP - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P.,  memberikan kejutan kepada Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., di Hari Bhayangkara Ke-75 dengan berkunjung langsung ke Rumah Dinas Kapolri, Jakarta Selatan, Kamis (1/7/2021).

Dalam kunjungannya, Panglima TNI  tetap melaksanakan disiplin protokol kesehatan tersebut dan memberikan kejutan dengan memberikan ucapan selamat dan membawa kue ulang tahun yang bergambar Panglima TNI dan Kapolri. 

Panglima TNI juga menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-75 kepada Kapolri dan Panglima TNI mendoakan di Hari ulang tahun ini Polri semakin Profesional dengan mengedepankan "Presisi" prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan yang merupakan program yang diusung oleh Kapolri. “Sekali lagi kami ucapkan selamat hari Bhayangkara yang ke-75,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa, kedatangannya ke rumah dinas Kapolri memang disengaja untuk memberikan kejutan di HUTke-75  Bhayangkara.

Kejutan ini tidak hanya diberikan kepada Kapolri saja, namun seluruh jajaran TNI yang ada di kewilayahan pagi ini juga melakukan hal yang sama memberikan ucapan selamat HUT Bhayangkara sampai ke tingkat Polsek. “Semoga kebersamaan TNI-Polri dalam bentuk sinergitas, NKRI semakin kuat,” ungkap Panglima TNI.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri menyampaikan ucapan terima kasih atas kejutan dan perhatian Panglima TNI pada hari Bhayangkara ke-75.

(Nor) JP

Sumber : Puspen TNI

Menteri PPN : "Kunci Keberhasilan Bantuan Kemanusiaan Adalah, Bantuan Yang Tepat, Orang Yang Tepat dan Waktu Yang Tepat!"



JAKARTA, JP - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri G20 bersama Kementerian Luar Negeri Italia dan World Food Programme, Rabu (30/06/2021).

Pertemuan tersebut mengusung tema “Peran Logistik dalam Kesiapsiagaan dan Respons terhadap Pandemi  Covid-19, Krisis Kemanusiaan dan Krisis Kesehatan di Masa Depan”.

Dalam kesempatan itu, Menteri menyampaikan beberapa pandangan. Pertama, mengenai tindakan antisipatif dan tindakan mitigasi dalam meminimalkan kerusakan dan kerugian akibat krisis kemanusiaan.

“Kami telah belajar sebagai negara yang rawan bencana alam, bahwa risiko multi-bahaya, memerlukan kesiapsiagaan untuk mencapai respons yang efektif. Dalam hal ini, kita harus memasukkan jenis bahaya alam dan lainnya, seperti pandemi, dalam strategi penanggulangan bencana kita,” ujar Menteri.

Menteri menilai, Langkah-langkah ini harus didukung dengan mengamankan alokasi dana siaga. Di Indonesia, dana siaga dialokasikan oleh pemerintah secara fleksibel. Pemerintah juga sedang merumuskan peraturan yang memungkinkan kolaborasi multi-stakeholder untuk mengumpulkan sumber daya dalam mengantisipasi bencana kemanusiaan.

Kedua, Menteri menegaskan, respon kemanusiaan harus menempatkan kebutuhan masyarakat yang terkena dampak sebagai pusat proses.

Di Indonesia, Menteri menyampaikan hal itu dilakukan sebagai respons terhadap gempa bumi berkekuatan 6,2 skala richter yang melanda Provinsi Sulawesi Barat, Januari lalu. Lebih dari 20.000 (dua puluh ribu) orang mengungsi, dengan total kerugian ekonomi sekitar USD 56,7 juta.

“Setelah bencana, Pemerintah dengan cepat mengidentifikasi pemulihan layanan dan infrastruktur kesehatan sebagai prioritas, yang memerlukan intervensi segera. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa biaya respons yang terlambat dan tidak cocok akan sangat besar dalam proses membangun kembali dengan lebih baik,” ucapnya.

Terakhir, Menteri mengatakan kolaborasi antara semua tingkat pemangku kepentingan harus ditingkatkan.

“Dalam mengatasi tantangan terhadap sumber daya untuk bantuan kemanusiaan, kita harus melibatkan semua aktor untuk mendapatkan keahlian, keterampilan, dan sumber daya mereka,” ungkap Menteri.

Dari pengalaman Indonesia, Menteri mengatakan kunci keberhasilan bantuan kemanusiaan adalah memberikan bantuan yang tepat, kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat. Dan ini hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi aktor kemanusiaan di tingkat nasional dan sub-nasional.

Selanjutnya, Menteri menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan harus konsisten dengan norma dan hukum internasional, dengan penghormatan yang sama terhadap kedaulatan nasional dan hukum negara penerima, dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, perlu diterapkan prinsip tanggung jawab bersama tetapi berbeda.

(Tim) JP

Sumber : Kementerian PPN/Bappenas

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Berita Ter-Update

Zionis Israel 'Tegar Tengkuk' Membunuh Tiga Jurnalis, HR&D ASWIN Desak ICC, DK PBB Dan ICJ Berikan Sangsi Tegas : 'Netanyahu Kadal Buntung!'

JAKARTA ( INDONESIA ), JAYAKARTA POS - Head of Research and Development Division of the Central Executive Board of the International Jour...

Berita Terkini

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Postingan Populer

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS