Selasa, 26 Agustus 2025

Karopenmas Divhumas Polri Tegaskan, Jajaran Kepolisian Mulai Dari Polda Hingga Polsek Agar Lindungi Kerja Wartawan Saat Liputan Peristiwa!


JAKARTA, JP - Mabes Polri meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput suatu peristiwa. Imbauan tersebut untuk menanggapi terjadinya kekerasan terhadap jurnalis saat bertugas oleh oknum personel kepolisian dalam beberapa hari terakhir.

 “Meminta kepada seluruh jajaran melindungi kerja profesi wartawan dan jurnalis yang objektif dan profesional serta bekerja sama dalam setiap aktivitas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, didampingi Kombes Pol Erdi dalam konferensi Pers di Mabes Polri, pada Selasa (26/8/2025).

 Karopenmas mengatakan media merupakan mitra strategis dan salah satu sumber utama informasi dan literasi bagi masyarakat.

 “Media berperan besar dalam memberikan informasi kinerja Polri secara profesional serta program-program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), pelayanan masyarakat serta program strategis lainnya,” terangnya.

"Maka dari itu, saya mengimbau seluruh jajaran kepolisian untuk melindungi tugas para Wartawan," pungkas Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.



(Red) JP

Senin, 25 Agustus 2025

Ribuan Buruh Terdampak PHK Besar-Besaran, Akibat 11 Perusahaan Mengalami Suspend/ Penangguhan Ekspor Sarang Walet ke RRT


JAKARTA, JP - Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) melalui Ketua Dewan Pembina, Benny Suryo Sabath Hutapea meminta perhatian Bapak Presiden Prabowo Subianto, terkait persoalan ekspor bisnis Sarang Walet. PPSWN sebagai petani budidaya dan eksportir berharap pemerintah melakukan negosiasi protokoler perdagangan liur walet ke Pemerintah Tiongkok.

"Dengan penuh kerendahan hati memohon perhatian Bapak Presiden RI, atas permasalahan serius yang sedang dihadapi petani (red-bisnis sarang walet). Yaitu suspend (red-penangguhan) ekspor Sarang Burung Walet ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sejak Juli 2024, yang diberlakukan secara mendadak oleh General Administration of Customs of China (GACC) terhadap 11 perusahaan terregistrasi," kata Benny Hutapea sapaan akrabnya kepada Gus Din wartawan Senior, Senin (25/8/2025) di Jakarta.

Menurut pengusaha muda ini, kebijakan suspend atau penangguhan ini menetapkan parameter baru terkait kandungan aluminium <100mg/kg, yang sebelumnya tidak pernah tercantum dalam MoU protokol impor antara Indonesia–Tiongkok.

"Indonesia adalah penghasil Sarang Burung Walet terbesar di dunia, dengan produksi ±1.900 ton per tahun (laporan 2023) dan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Dengan harga rata-rata Rp 25 juta/kg (nilai 2025), potensi nilai komoditas ini setara dengan Rp 47,5 triliun per tahun (±USD 2,9 miliar)," terang Benny Hutapea.

Katanya, posisi strategis ini menjadikan Sarang Burung Walet sebagai komoditas unggulan yang bernilai devisa tinggi, dimana pada masa covid 19 sebagi penyumbang devisa nomor 2.

Dengan penangguhan tersebut menimbulkan dampak yang sangat luas bagi perputaran perekonomian.

Diantaranya, terjadi penurunan volume ekspor sekitar 250 ton/tahun atau setara Rp 6,25 triliun (±USD 386 juta), padahal pasar utama dan terbesar adalah Tiongkok (78% dari total ekspor). Kemudian, ancaman PHK bagi Ratusan ribu tenaga kerja pabrik, UMKM, dan rantai pasok.

"Jutaan petani walet di seluruh Indonesia kesulitan menyalurkan hasil panen, karena menurunnya serapan pasar. Sehingga pendapatan masyarakat di daerah terpukul keras," ungkap Benny Hutapea.

Selanjutnya berdampak, pada harga sarang walet jatuh signifikan dari Rp 45 juta/kg (±USD 2.780/kg) menjadi Rp 25 juta/kg (±USD 1.540/kg). Dan berpotensi terus melemah jika kebijakan ini tidak segera dicabut.

"Kepercayaan konsumen global menurun, sehingga berisiko meluas menjadi hambatan ekspor bagi seluruh perusahaan Indonesia, bukan hanya 11 perusahaan yang terkena suspend. Kontribusi devisa negara menurun drastis serta menghambat Asta Cita Bapak Presiden terkait hilirisasi industri sarang walet yang berpotensi besar di sektor pangan, farmasi, nutraceutical, herbal, dan kosmetik," lanjutnya.

Terakhir berdampak pada Industri sarang walet menjadi terpuruk, sehingga tidak dapat berkontribusi optimal pada diversifikasi ekonomi, peningkatan daya saing global, dan penciptaan lapangan kerja baru.

"Jika kondisi ini berlanjut, Indonesia hanya akan berperan sebagai pengekspor bahan mentah yang belum diolah ke Tiongkok. Akibatnya, produk sarang burung walet dunia berisiko didominasi label Made in China. Sehingga nilai tambah, lapangan kerja, serta citra produk yang seharusnya menjadi kebanggaan Indonesia berpindah ke negara lain," ujar Benny Hutapea.

Mengingat posisi strategis Indonesia sebagai penghasil Sarang Burung Walet terbesar dunia, dengan tren produksi yang terus meningkat. Serta pentingnya komoditas ini bagi devisa negara dan keberlangsungan hidup jutaan masyarakat.

Kami Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) memohon kiranya Bapak Presiden Prabowo Subianto dapat:

1. Mengupayakan negosiasi tingkat tinggi dengan Pemerintah Tiongkok agar suspend ekspor segera dipulihkan.
2. Memperbarui protokol perdagangan bilateral agar lebih adil dan berbasis
kesepahaman bersama.
3. Memberikan jaminan keberlanjutan ekspor Sarang Burung Walet Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi industri.

"Ada 11 Daftar Perusahaan Sarang Burung Walet Terregistrasi yang terkena suspend/penangguhan impor sementara ke RRT. Adanya kebijakan ini menyebabkan banyak PHK bagi para buruh pabrik dan pekerja paruh waktu. Termasuk kerugian negara dalam pemasukan keuangan di sektor devisa dan pajak. Kami berharap perhatian dan kebijaksanaan Bapak Presiden agar menjadi atensi," pungkas Benny Hutapea yang juga Ketua Umum Relawan Pos Gibran.


(Budiman) JP

Minggu, 24 Agustus 2025

Ahmad Sahroni Nasdem: Pembubar DPR Orang Tolol Sedunia!, Khozinudin : Bubarkan DPR Tak Berguna!, Negara Tetap Bisa Berjalan Tanpa DPR!



JAYAKARTA POS - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, menyebut orang yang menyerukan pembubaran DPR itu adalah orang tolol sedunia. "Orang yang cuman mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," ujar Sahroni, (22/8/2025).

Kader Partai NasDem ini, tak cukup memiliki ruang kenegarawanan dalam batinnya untuk bersikap bijak dalam menanggapi kritik masyarakat terhadap lembaga wakil rakyat.

Alih-alih berempati, memberikan kesejukan dan ruang pengertian atas kinerja DPR yang sedang dikritik rakyat, terlebih setelah gaji wakil rakyat dinaikan hingga 100 juta per bulan, berkebalikan dengan rakyat yang diwakili makin sulit. 

Saroni, justru mengumbar sikap jumawa atas kuasa yang dimiliknya, padahal jabatan sebagai anggota DPR itu diperoleh dari dukungan rakyat.

Penulis meyakini, apa yang disampaikan oleh Sahroni tidak sekedar sikap pribadi.

Malahan, itu dapat dipahami sebagai representasi sikap dari anggota DPR secara umum, yang nir empati atas kesusahan yang saat ini dialami oleh rakyat.

Jangankan mendapat gaji ratusan juta seperti walinya di DPR, rakyat saat ini hanya untuk sekedar menyambung hidup saja harus bekerja bertaruh nyawa.

Lihatlah ! Bagaimana kebutuhan hidup yang mahal dan mencekik leher rakyat, belum lagi pungutan pajak yang tidak mengenal kondisi rakyat, mau kaya maupun miskin semuanya dicekik oleh pajak.

Lalu, apa manfaat DPR ?

Jika kita kembalikan pada fungsi DPR, maka kita bisa menyimpulkan bahwa kinerja DPR UNFAEDAH!. "Negara, masih bisa berjalan tanpa DPR ".

Pertama : Fungsi legislasi DPR sejatinya hanya menjalankan fungsi stempel UU. Mayoritas UU ajuannya dari eksekutif. RUU dari eksekutif itulah, yang kemudian di stempel dan dilegalisasi sebagai UU, yang dicatatkan diLlembaran Negara sebagai produk DPR bersama Presiden.

Bahkan, mayoritas pruduk aturan yang diberlakukan kepada rakyat tidak butuh DPR. Peraturan Pemerintah (PP) berlaku tak butuh DPR, Perppu cukup oleh Presiden, Peraturan Menteri juga tak butuh DPR. 

Padahal, aturan pelaksana inilah seperti PP dan Permen yang eksekusiable dan praktis digunakan untuk mengelola pemerintahan.

Sementara fungsi legislasi DPR hanya menambah deret perdebatan tak substansi, dan menjadi tambang suap untuk memuluskan sejumlah kebijakan. Jika DPR dihilangkan, maka korupsi dalam pembentukan UU bisa hilang dengan sendirinya.

Kedua : Fungsi budgeting lebih parah. Hanya berfungsi menjadi tukang palak, pada sejumlah pagu anggaran. DPR hanya menaruh bintang, pada sejumlah mata anggaran agar dibekukan, dan proses pencairannya sudah diketahui lazim harus dengan suap kepada DPR.

Fungsi budgeting DPR hanya menambah panjang alur anggaran, banyak tikungan, dan dalam setiap alur perjalanan anggaran itulah, sejumlah 'jatah preman' harus digelontorkan agar anggaran mulus. DPR, hanya jadi tukang palak dalam alur ini.

Ketiga : Fungsi kontrol lebih mirip fungsi minta jatah, jika tidak baru DPR akan ribut. Jika jatah sudah digelontorkan, tak akan ada kontrol dari DPR. Kadangkala, kontrol dilakukan hanya untuk motif dapat jatah memalak eksekutif.

Dalam isu yang menyita publik, dimana rakyat butuh DPR mengontrol eksekutif, DPR hanya jadi penonton. Kalaupun ikut terlibat, hanya jadi badut politik.

Dalam kasus ijazah palsu Jokowi, sebenarnya DPR bisa ajukan hak angket untuk melakukan penyelidikan. Namun, sepanjang kasus ijazah palsu Jokowi, DPR tak melakukan kontrol apapun.

Dalam kasus pagar laut, DPR hanya jadi badut politik. Mengundang rakyat untuk RDP, tapi tak ada faedahnya. 

Pagar laut tetap jalan, proyek perampasan kedaulatan negara oleh Aguan dan Anthony Salim jalan terus. DPR hanya mengorkestrasi isu untuk pamer kepada rakyat, seolah-olah DPR telah bekerja.

Rakyat yang tanahnya dirampas, sungainya ditimbun, sawahnya diurug, jalannya dirampas, sungainya dirampas, dijadikan asas industri properti, tak berdaya. Hanya berteriak sendirian, dan sebagiannya malah menjadi korban kriminalisasi Aguan.

Lihatlah nasib Charlie Chandra? Nasib Haji Fuad Efendi Zarkasi? Charlie sudah mengadu ke DPR, apakah ada hasilnya?
Masih adakah manfaat DPR?

Kalau Sahroni menyatakan orang yang ingin DPR dibubarkan itu tolol sedunia, maka penulis nyatakan penulis adalah salah satu dari orang tolol sedunia itu.

Bersama seluruh rakyat, penulis tegaskan DPR memang layak dibubarkan!, DPR unfaedah! (DPR Tak Berguna!/ Tak Bermanfaat!)..

Puncak, Jawa Barat, 24 Agustus 2025, 



(Ahmad Khozinudin, S.H) JP
               Advokat 

(Ditulis dengan penuh khidmat diantara dinginnya suasana pagi yang menembus tulang)

Senin, 11 Agustus 2025

Operasi Penindakan Atas Informasi Warga, Polisi Cokok Dua Tersangka Pengedar Narkoba Saat Tengah Bercokol di Dua Gubuk Berbeda


SUMATERA UTARA, JP - Sat Narkoba Polres Simalungun kembali menunjukkan kinerja profesional dalam memberantas peredaran gelap narkotika dengan berhasil mengamankan dua tersangka pengedar sabu beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 3,31 gram dalam operasi penindakan di Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, pada Kamis (7/8/2025) sekitar pukul 17.00 WIB hingga selesai.

Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Henry Salamat Sirait, saat dikonfirmasi Awak Media pada Senin (11/8/2025) pukul 10.50 WIB, menjelaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari peran serta aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

"Personil Sat Narkoba Polres Simalungun mendapat informasi dari masyarakat bahwa di area Pemakaman Umum Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu," ujar AKP Henry Salamat Sirait.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera melakukan penyelidikan menuju lokasi yang dimaksud. Setibanya di lokasi, personil melakukan penindakan dan berhasil menangkap dua orang laki-laki dewasa di sebuah gubuk yang berada di area perkebunan kelapa sawit.

"Kedua tersangka yang berhasil diamankan adalah Valentidius Tarigan (34), seorang petani beragama Kristen yang beralamat di Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, dan Kimson Ginting (41), juga berprofesi sebagai petani dengan domisili yang sama di wilayah tersebut," ungkap Kasat Narkoba dalam keterangannya. 

"Saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku sedang duduk di gubuk sambil mengonsumsi sabu dan menunggu kedatangan pembeli," imbuhnya.

Operasi penggeledahan dilakukan secara sistematis di dua gubuk berbeda yang menjadi tempat bersembunyi kedua tersangka. Dari gubuk pertama yang ditempati Kimson Ginting, petugas berhasil mengamankan 10 paket plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu, sedangkan dari gubuk kedua milik Valentidius Tarigan ditemukan 7 paket plastik klip kecil berisi sabu.

"Total barang bukti narkotika yang berhasil diamankan sebanyak 17 paket plastik klip kecil berisi sabu dengan berat bruto 3,31 gram," ucap AKP Henry Salamat Sirait, menekankan signifikansi penangkapan tersebut.

"Selain narkotika," lanjutnya,"Tim juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung yang menunjukkan aktivitas perdagangan gelap, meliputi uang tunai sebesar Rp 205.000, satu unit handphone Vivo warna hitam, satu alat hisap bong yang dibuat dari botol plastik, satu kotak rokok, dua plastik klip besar kosong, dan empat plastik klip kecil kosong."

Untuk memastikan tidak ada barang bukti lain yang disembunyikan, personil Sat Narkoba juga melakukan penggeledahan di rumah milik Valentidius Tarigan yang disaksikan langsung oleh kepala desa Cingkes, namun tidak ditemukan barang bukti tambahan.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka Valentidius Tarigan mengaku memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari seseorang bernama Bijak Sembiring yang tinggal di Desa Gergaji, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Tanah Karo," ungkap Kasat Narkoba.

Lanjutnya,"Pengakuan tersangka ini membuka peluang pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih luas di wilayah Sumatera Utara, khususnya jalur distribusi dari Tanah Karo menuju Simalungun," sambungnya.

Kedua tersangka kini telah dibawa ke Mapolres Simalungun untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Tim penyidik telah menerbitkan laporan polisi dan melakukan gelar perkara sebagai langkah awal sebelum berkas perkara dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum.

Keberhasilan operasi ini semakin mempertegas komitmen Sat Narkoba Polres Simalungun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya. 

"Strategi operasi yang terencana dengan baik dan dukungan informasi dari masyarakat terbukti menjadi kunci sukses dalam memberantas peredaran narkotika," terang Kasat Narkoba.

"Kami sangat mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah memberikan informasi. Kerjasama yang solid antara kepolisian dan masyarakat akan terus kami tingkatkan untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkotika di wilayah Simalungun," tegas AKP Henry Salamat Sirait.

Tim penyidik saat ini tengah mengembangkan kasus untuk mengamankan Bijak Sembiring dan mengungkap kemungkinan adanya jaringan distribusi narkoba yang lebih besar, guna memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di kawasan tersebut.


(Ucok) JP


Sabtu, 09 Agustus 2025

Menggelar 'Serbuan Teritorial Serentak Kodam Jaya' di Jejalen Jaya, Dandim 0509 : Jaga Kali, Jangan Cemari Dan Buang Sampah Sembarangan!


KABUPATEN BEKASI, JP - Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 80, KODIM 0509 Kabupaten Bekasi di bawah komando kepemimpinan Letkol Arh Sabdho Aji Wibowo M Han melaksanakan kegiatan SERBUAN TERITORIAL SERENTAK KODAM JAYA di Desa Jejalen Jaya, kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (9/8/2025).

Dalam keterangannya Dandim 0509 mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 80.

"Kodam Jaya Jayakarta secara serentak melaksanakan serbuan teritorial membersihkan kali dan juga lingkungan masyarakat," ujar Letkol Arh Sabdho Aji Wibowo M Han kepada Media di lokasi (9/8).

Dalam kegiatan yang di gerakkan oleh Dandim. KODIM 0509 telah menerjunkan 230 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut .

"Dari Kodim dan juga Polres kemudian Kabupaten, Karang Taruna, Organisasi Masyarakat termasuk anak-anak Pelajar dan Pramuka kami libatkan," jelasnya.

Terkait mengenai banyaknya Babinsa yang hadir di lokasi untuk turut membantu kelancaran kegiatan tersebut.

"Babinsa kami libatkan dari seluruh jajaran Koramil, ada perwakilan ada seratus orang untuk Babinsanya sendiri ditambah personil yang lain ada 230 dari Polres, Kabupaten, Ormas sebagai unsur gabungan," terang Dandim.

"Kabupaten Bekasi kita pusatkan di sini di Jejalen Jaya, tapi nanti kedepan kita kerjakan juga di daerah-daerah yang rawan banjir lainnya," sambungnya.

Berdasarkan pantauan Awak Media di lokasi nahwa, kali tersebut mengalami kebuntuan terhadap berdirinya perumahan.

"Jadi kali ini kali Bluek..ini sebenarnya sodetan kali dari antara kali CBL dan kali Jambe, dia melintang posisinya lewati beberapa perumahan penduduk, yang penting bagi penduduk aliran air untuk mencegah banjir," katanya.

"Mengenai soal itu (Mentok Perumahan-Red), nanti kedepannya akan kita laksanakan itu, sekarang sepanjang ini dahulu sepanjang 600 meter dari total panjang keseluruhannya ada satu kilometer," ucap Dandim.

Ia juga mengatakan bahwa, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna melancarkan kegiatan tersebut.

"Sudah survey terlebih dahulu kemudian kita juga alhamdulilah mengucaokan terima kasih banyak kepada bapak Bupati Kabupaten Bekasi dengan alat berat eksavator dan juga truck pengangkut sampahnya, ini sangat menunjang dan sangat bermanfaat untuk mendukung tugas kami," tuturnya.

Dengan semangat kemerdekaan berperang melawan penjajah, Dandim 0509 berharap agar masyarakat bergotong royong dan bahu membahu untuk berperang menghadapi sampah saat ini dan dinilai sampah sangat banyak mudhorotnya selain menyumbat aliran sungai juga sebagai sumber penyakit.

"Himbauan saya setelah di bersihkan nanti...di jaga. Dijaga oleh seluruh masyarakat, buang sampah pada tempatnya dan tidak mencemari kali," pungkas  Letkol Arh Sabdho Aji Wibowo M Han.

Kegiatan berjalan lancar dihadiri Kodim 0509 Beserta pasukan, Polres Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas kebersihan, Karang Taruna Kabupaten Bekasi, Ormas Lingkungan Hidup serta Babinsa se Kabupaten Bekasi.


(Iwan Joggie) JP


Rabu, 06 Agustus 2025

The 2nd ASEAN-US Maritime Exercise, Ditjen Strahan Kemhan Gelar Pertemuan Initial Planning Conference


JAKARTA, JP – Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Kemhan menggelar pertemuan Initial Planning Conference (IPC) for the 2nd ASEAN-US Maritime Exercise (AUMX) di Jakarta, pada Rabu (6/8/2025). Pertemuan ini berlangsung mulai tanggal 5 sampai dengan 8 Agustus 2025.

Pertemuan ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan latihan bersama yang dirancang untuk memperkuat kerja sama maritim antara negara-negara ASEAN dan Amerika Serikat.

Dalam sambutan Kasubdit Multilateral Ditkersinhan Ditjen Strahan Kemhan Kolonel Arm Aziz Mahmudi menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh delegasi atas kehadiran. 

“Partisipasi Anda mencerminkan komitmen bersama kita untuk memperkuat kerja sama maritim regional, menjaga ketertiban berbasis aturan, serta memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Kolonel Aziz.

Latihan ini merupakan simbol kemitraan yang langgeng, tanggung jawab bersama, dan visi bersama untuk kawasan maritim yang aman, stabil, dan sejahtera. 

“Mari manfaatkan kesempatan ini untuk berkolaborasi secara konstruktif, merencanakan secara matang, dan bergerak maju dengan tujuan dan kesatuan,” harap Kolonel Aziz.

Turut hadir ketua bersama (co-chair) dari Amerika Serikat yaitu Policy Officer of the Southeast Asia N5, U.S. Pacific Fleet, US Navy Mr. Takashi Yamamoto. 


(Wenas) JP



(Biro Infohan Setjen Kemhan)

Minggu, 03 Agustus 2025

Ungkap 110 Kasus Tindak Pidana Narkoba Dengan 139 Tersangka Dan Sita Barang Bukti Miliaran Rupiah, Polres Simalungun Gelar Press Conference


SUMATERA UTARA, JP - Satuan Narkoba Polres Simalungun menunjukkan kinerja luar biasa dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di wilayah hukum Polres Simalungun. Prestasi gemilang ini tercermin dari keberhasilan mengungkap 110 kasus tindak pidana narkoba dengan 139 tersangka dan penyitaan barang bukti senilai miliaran rupiah selama periode Januari hingga Juli 2025. Minggu, (3/82025).

Kepala Satuan Narkoba Polres Simalungun, AKP Henry Salamat Sirait, saat dikonfirmasi pada Minggu, 3 Agustus 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tinggi seluruh personel Sat Narkoba dalam memberantas kejahatan narkoba.

"Kinerja personel Sat Narkoba Polres Simalungun selama kurun waktu 7 bulan, terhitung dari Januari sampai Juli 2025, menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Kami berhasil mengungkap 110 kasus tindak pidana narkoba dengan tingkat penyelesaian mencapai 77 kasus," ujar AKP Henry Salamat Sirait.

Pencapaian tertinggi terjadi pada bulan Juni 2025 dengan 30 kasus tindak pidana (JTP) dan 33 tersangka yang berhasil diungkap. Sementara itu, bulan Mei menunjukkan angka signifikan dengan penyitaan sabu seberat 587,25 gram dan ganja 205,13 gram, menandakan intensitas operasi yang tinggi dalam periode tersebut.

"Bulan Mei dan Juni menjadi periode paling produktif dalam operasi pemberantasan narkoba. Pada bulan Mei, kami berhasil mengungkap 26 kasus dengan 28 tersangka, sementara Juni mencapai 30 kasus dengan 33 tersangka. Hal ini menunjukkan konsistensi dan peningkatan kinerja tim," ungkap Kasat Narkoba.

Berdasarkan data komprehensif yang dihimpun, total barang bukti yang berhasil disita selama 7 bulan terakhir meliputi ganja seberat 423,24 gram, biji ganja 20,68 gram, sabu seberat 1.109,85 gram, dan ekstasi sebanyak 29 butir. Penyitaan terbesar terjadi pada sabu-sabu yang mencapai lebih dari 1,1 kilogram, menunjukkan tingginya peredaran jenis narkoba ini di wilayah Simalungun.

"Total barang bukti yang berhasil kami sita sangat signifikan, terutama sabu-sabu yang mencapai 1.109,85 gram. Ini menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba di Simalungun cukup besar dan memerlukan penanganan serius dari semua pihak," ucap AKP Henry Salamat Sirait.

Analisis per bulan menunjukkan tren yang fluktuatif namun konsisten. Januari dimulai dengan 11 kasus dan 17 tersangka, meningkat drastis di Februari menjadi 19 kasus dengan 31 tersangka. Maret mengalami sedikit penurunan dengan 15 kasus dan 20 tersangka, kemudian turun di April menjadi 9 kasus dengan 10 tersangka.

"Fluktuasi angka kasus menunjukkan dinamika peredaran narkoba yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk intensitas operasi kami dan modus operandi para pelaku yang terus berkembang. Namun, secara keseluruhan tren menunjukkan peningkatan yang positif," ujar Kasat Narkoba menjelaskan pola kasus.

Tingkat penyelesaian kasus (JPTP) mencapai 77 dari 110 kasus yang terungkap, menunjukkan efektivitas penanganan mencapai 70 persen. Pencapaian ini menunjukkan profesionalisme tim dalam menindaklanjuti setiap kasus hingga tuntas sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Dari 110 kasus yang berhasil kami ungkap, 77 kasus telah diselesaikan sesuai prosedur. Sisanya masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kami memastikan setiap kasus ditangani dengan profesional dan sesuai ketentuan hukum," ungkap AKP Henry Salamat Sirait.

Jenis narkoba yang paling banyak ditemukan adalah sabu-sabu, disusul ganja dan ekstasi. Hal ini menunjukkan bahwa sabu-sabu masih menjadi jenis narkoba yang paling diminati dan diperdagangkan di wilayah Simalungun, memerlukan perhatian khusus dalam strategi pemberantasan.

"Dominasi sabu-sabu dalam kasus yang kami tangani menunjukkan bahwa jenis narkoba ini masih menjadi primadona di kalangan pengguna dan pengedar. Oleh karena itu, fokus operasi kami akan terus diarahkan pada pemberantasan jenis narkoba ini," ucap Kasat Narkoba.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang semakin sadar akan bahaya narkoba dan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Kolaborasi antara Sat Narkoba dengan berbagai pihak, termasuk BNN dan instansi terkait lainnya, juga menjadi kunci keberhasilan operasi.

"Dukungan masyarakat sangat berarti bagi keberhasilan operasi kami. Informasi yang diberikan masyarakat sering kali menjadi kunci pembongkaran jaringan narkoba. Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang diberikan," ujar AKP Henry Salamat Sirait.

Ke depan, Sat Narkoba Polres Simalungun berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas operasi dan memperluas jangkauan penindakan. Target utama adalah membongkar jaringan bandar besar yang menjadi dalang peredaran narkoba di wilayah Simalungun.

"Kami akan terus memburu bandar narkoba di wilayah Simalungun sampai ke akar-akarnya. Tidak akan ada tempat bagi pengedar narkoba untuk beroperasi di wilayah hukum kami. Komitmen ini akan terus kami wujudkan dengan dukungan semua pihak," pungkas Kasat Narkoba dengan tegas.

Prestasi Sat Narkoba Polres Simalungun ini membuktikan bahwa perang melawan narkoba dapat dimenangkan melalui kerja keras, dedikasi, dan dukungan masyarakat yang solid.


(Ucok) JP



JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Berita Ter-Update

Karopenmas Divhumas Polri Tegaskan, Jajaran Kepolisian Mulai Dari Polda Hingga Polsek Agar Lindungi Kerja Wartawan Saat Liputan Peristiwa!

JAKARTA, JP - Mabes Polri meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput ...

Berita Terkini

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS

Postingan Populer

JAYAKARTA POS

JAYAKARTA POS